Wae Rebo, Desa Kerucut di Balik Bukit

National Geographic Indonesia

06 December 2018

Sebuah desa di balik bukit, Wae Rebo, menjadi tujuan para pejalan dan petualang. Terletak di Flores, Nusa Tenggara Timur, desa ini harus ditempuh dengan tiga hingga empat jam berjalan kaki dari Desa Denge. Jaraknya sekitar 9 kilometer dengan harus melewati tiga pos, Wae Lomba, Poco Roko, Nampe Bakok.

Pengunjung yang ingin memasuki desa, diwajibkan membunyikan kentongan, yang dinamakan pepak. Setelah memberi ‘tanda’, pengunjung harus mengikuti upacara ada, yang juga dimaksudkan sebagai upacara penghormatan pada leluhur. Leluhur orang Wae Rebo, Empu Maro, datang dari tanah Minangkabau. Kisah leluhur ini diturunkan dari generasi ke generasi.

 

 

Adat yang masih dipertahankan hingga kini juga nampak dari permukiman yang mereka bangun. Desa ini terkenal keunikannya dengan rumah-rumah kerucut. Terdapat 7 rumah kerucut, yang setiap rumah ditinggali lebih dari satu kepala keluarga.

Masyarakat Wae Rebo mengandalkan hasil bumi dengan memproduksi kopi arabika. Kopi ini didistribusikan ke banyak daerah, dan terkenal dengan kualitasnya yang tinggi. Selain kopi, kain tenun juga menjadi hasil kerajinan desa yang utama.

 

Foto: Rossi Agung/iStock