Jajanan Tradisional Bogor, Dodongkal dan Aseupan Tales

Bogor memang tak pernah habis menarik perhatian pecinta kuliner untuk terus menghampirinya. Seperti jajanan tradisional khas Jawa Barat ini, ringan tapi mengenyangkan ini . Cocok jadi teman duet teh manis atau kopi.

Dodongkal terbuat dari tepung beras yang ditumbuk halus. Tepung tersebut kemudian dikukus bersama  gula merah di dalam sebuah aseupan, kukusan bambu berbentuk kerucut yang mirip dengan cetakan tumpeng. Setelah matang, Dodongkal dipotong kecil-kecil dan ditaburi parutan kelapa dan gula merah asli. 

Sementara itu, Aseupan Tales memiliki bahan yang berbeda. Bila Dodongkal berbahan beras, seperti namanya makanan ini berbahan talas. Aseupan Tales juga ditaburi dengan gurihnya parutan kelapa dan manisnya gula merah.


Beras Cianjur dan Talas Tujuh Bulan
Untuk menikmatinya, kedua jajanan pasar ini dapat ditemukan di kawasan wisata kuliner Jalan Surya Kencana, Bogor. Salah satu kaki lima yang ramai dikerubungin pembeli adalah gerobak Dodongkal & Aseupan talas Mang Aep. Letaknya berada hampir di ujung jalan, tepat di depan sebuah minimarket. Kaki lima ini buka setiap hari dari pukul 8 pagi hingga sore hari.

Aep sang pemiliki generasi ketiga ini mengaku memiliki kriteria khusus untuk bahan masakannya. Untuk Dodongkal, ia mengaku harus menggunakan beras asli Cianjur. Menurutnya beras Cianjur memiliki tekstur yang menempel satu sama lain. Beras dengan tekstur yang buyar atau terserak tidak cocok untuk dijadikan Dodongkal.

Sedangkan, Aseupan Tales hanya menggunakan bahan talas berusia tepat tujuh bulan. Usia tersebut menghasilkan tekstur terbaik dari sebuah talas yang tidak begitu keras. Talas Bogor sudah terkenal dengan ukurannya yang besar dan gurih itu.

Tidak heran bila para pembeli jajanan di kawasan kaki lima ini tidak kunjung habis. Bahkan master kuliner Bondan Winarno sempat mencicipi masakannya dan memberi komentar, “Maknyus!”

Foto : Roy Silitonga