Kawah Ijen, Danau Gunung Api Berselimut Blue Fire

Kawah Ijen merupakan kawah asam terbesar di dunia. Danau kawah berair turquoise ini menyajikan tarian Blue Fire yang tak ada duanya.

Kawah Ijen, danau berair asam seluas kurang lebih 20 km, menyajikan fenomena alam yang luar biasa. Apalagi kalau bukan, Blue Fire.

Kesusahan, ngos-ngosan selama perjalanan mendaki bukit akan terbayar begitu menyaksikan pemandangan yang terhampar di sepanjang bibir kawah. Waktu yang paling tepat untuk menyaksikan fenomena Blue Fire ini adalah pada saat dini hari.

Pendakian ke Kawah Ijen dimulai dari Pos Paltuding. Lamanya kurang lebih 3-4 jam. Selain Blue Fire, kita juga bisa menikmati keindahan sunrise yang epic di Puncak Ijen. Siap berangkat? Biar semua persiapannya komplet, kita update dulu fakta-fakta tentang Kawah Ijen.


Kawah Gunung Api Aktif
Kamu harus tahu bahwa kawah ijen merupakan gunung berapi yang masih aktif. Kawah ini berada di atas ketinggian 2.368 mdpl dan masih merupakan bagian dari Gunung Ijen, salah satu gunung berapi yang masih aktif di pulau jawa.


Spot Instagramable
Saat melakukan perjalanan, kita seringkali mengincar hasil foto yang bagus. Di area kawah Ijen, banyak spot yang spektakuler.

Kita bisa berfoto dengan latar belakang danau kawah Ijen yang berwarna tosca. Dijamin, bikin teman-teman iri. Kita juga bisa mengambil foto panjangnya jalur pendakian dan pemandangan asap belerang yang selalu mengepul ke langit. Hasilnya pasti menakjubkan.


Jalur Menuju Kawah Ijen
Untuk sampai ke kawah, kita bisa mencoba tiga jalur pendakian. Kita bisa memulainya dari pos terakhir. Sebelum memasuki gerbang menuju puncak Ijen, kita langsung dihadapkan dengan trek lumayan nanjak. Jaraknya kurang lebih 2 km, dengan kontur yang terus naik dan jalanannya agak berpasir dan kerikil. Setelah sampai di puncak, kita bisa menuruni kawah menuju ke bibir danau. Jaraknya kurang lebih 1 km, namun harus hati-hati karena jalur batuannya curam.


Penambang Belerang
Saat menyusuri jalur menuju kawah ijen, kuta akan sering berpapasan dengan penambang belerang. Jangan menghalangi jalur penambang belarang untuk lewat, karena sejatinya jalur yang kita lalui memang diperuntukkan bagi mereka. Jadilah ‘tamu’ yang baik di setiap destinasi wisata yang kita kunjungi.