‘Pesta’ Sajian Tradisional di Waroeng Kemarang

Siang yang nikmat di tengah sawah. Menikmati kue cucur gula merah dan kopi Osing, ditemani alunan kiling atau Gandrung Banyuwangi yang legendaris itu. Hanya 1 jam dari pusat kota Banyuwangi lho...

Selama keliling untuk mencoba beragam kuliner di Banyuwangi, menikmati sajian makanan tradisional di Waroeng Kemarang, Kampung Anyar, terasa paling spesial. Awalnya tidak ada rencana untuk mampir ke tempat ini. Lokasinya tidak jauh dari Kali Bendo, salah satu dataran tinggi tempat perkebunan karet, cengkih, dan kopi di Banyuwangi.

Waroeng Kemarang ada di Kampung Anyar. Setelah melewati Desa Wisata Kemiren, sebelum masuk wilayah Kali Bendo. Jadi masih berada dalalm kawasan budaya Osing yang menjadi identitas asli Banyuwangi.


Kue Cucur dan Alunan Kiling
Yang membuat tempat ini terasa spesial adalah tempatnya. Waroeng Kemarang menggunakan rumah kayu, berada di tengah-tengah area persawahan. Pemandangannya indah, membuat berlama-lama makan karena betah. Waroeng Kemarang memiliki rumah besar dan gasebo-gasebo kecil  di sekelilingnya yang bisa dipilih untuk menikmati beragam kuliner tradisionalnya.

Kue tradisional andalannya, kue cucur dengan pemanis dari gula merah. Pilihan lainnya ada kue serabi dan lapis yang soal rasa tidak kalah enaknya. Kue-kue ini sangat pas kalau ditemani secangkir kopi, wedang jahe, atau temu lawak dari bahan alami yang diracik sendiri oleh Waroeng Kemarang.

Tapi yang paling membuat betah, selama di Waroeng Kemarang, kita akan ditemani suara Kiling, kincir angin pengusir burung dari bambu yang dipasang di tengah-tengah persawahan. Juga, iringan angklung Banyuwangi yang memang diadakan oleh pengelola.

Bila beruntung, saat datang berbarengan dengan rombongan besar, di tempat ini akan menyuguhkan alunan suara sinden Mudaiyah bersama grup Sanggar Gandrung Kemarangnya. Mereka akan menemani kita selama bersantap makanan.  Pertunjukkan gandrungnya lengkap. Ada penari, sinden, juga rombongan penabuh gamelannya. Biasanya, Gandrung Banyuwangi dipentaskan di Waroeng Kemarang di Sabtu dan Minggu siang.

Dengan waktu tempuh dari pusat kota Banyuwangi kurang dari satu jam, menikmati sajian makanan tradisional di Wareong Kemarang sudah sepantasnya untuk diperhitungkan.

Foto : Sri Sadono