Geosite Sipinsur, Saat Kaldera Toba Serasa Milik Sendiri

Ingin menikmati hutan pinus dan Kaldera Toba selayaknya pekarangan atau taman pribadi kita? Datanglah ke Geosite Sipinsur, pagi-pagi sebelum jam 8, danau kaldera terbesar di Indonesia ini bisa jadi ‘milik’ kita sendiri.

Ingin menikmati momen magis Kaldera Toba?

Lupakan Parapat atau Tuk Tuk yang tak pernah sepi dari keramaian turis dan pedagang. Alihkan perjalanan Sobat Pesona ke pesisir selatan Danau Toba, ke Geosite Sipinsur di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kawasan wisata ini memang ramai dengan wisatawan pada hari libur atau akhir minggu. Tapi datanglah sebelum jam 8 pagi, kita bisa menikmati momen istimewa, danau terbesar di Asia Tenggara yang terbentuk karena letusan gunung api purba Toba ini serasa milik kita sendiri.

Pulau Sibandang dan Hamparan Kaldera Tanpa Batas

Memasuki kawasan wisata yang juga populer dengan sebutan Geopark Sipinsur di Sabtu pagi, itu impian pencinta wisata alam manapun. Matahari tak terlalu terik, udara hangat dan langit biru di sepanjang jalan. Dan yang paling indah, belum ada wisatawan atau pengunjung lain. Danau dengan panjang sekitar 100 km dan lebar 30 meteran ini, dengan hutan pinus mengelilingi Geopark Sipinsur, bak taman pribadi kita.

Saat itulah kita bisa menikmati alam Kaldera Toba yang sesungguhnya. Hamparan perairan biru Danau Toba yang seperti tak berujung, lalu-lalang perahu menyeberangi danau dari Muara, lekuk perbukitan dan ngarai-ngarai yang mengelilingnya, sangat damai. Tak ada hiruk pikuk turis, hanya ada suara desiran angin dan kicau burung dan suara tonggeret bak terompet di sekitar hutan. Sekadar duduk menikmati pemandangan pun, rasanya luar biasa.  

Begitu memasuki Geopark Sipinsur, kita akan disambut sejuknya udara pegunungan Humbang Hasundutan. Jalan masuk taman wisata sangat cantik, jalur pejalan kaki selebar kurang lebih 4 meter dinaungi rimbunnya pepohonan pinus di kedua sisinya. Kawasan hutan pinus ini berfungsi juga sebagai camping ground. Ada juga fasilitas taman bermain untuk anak-anak.

“Dulu orang bisa masuk bawa mobil atau motor sampai pinggiran danau. Tapi sekarang kawasan ini tertutup, hanya untuk pejalan kaki. Jadi lebih tenang,” kata Nico Simanjuntak, driver tour asal Parapat yang biasa mengantar wisatawan ke berbagai kawasan wisata di Sumatera Utara.

Geopark Sipinsur merupakan salah satu kawasan wisata utama di pegunungan Humbang Hasundutan. Luasnya sekitar 2 hektar, berada di ketinggian 1.213 meter di atas permukaan laut, memberikan udara sejuk dan pemandangan Danau Toba, tanpa batas. Geopark Sipinsur berada di desa Pearung, kecamatan Paranginan. Karena lokasinya cukup tinggi, kawasan ini memang cukup berangin. Dari sinilah, desa dan kecamatan dimana Geopark Sipinsur berada mendapatkan namanya.

Kalau di pesisir utara-timur Danau Toba, dari Parapat yang lebih populer, di hadapan kita akan langsung terhampar Pulau Samosir. Dari Geopark Sipinsur ini, kita akan langsung berhadapan dengan pulau kedua di tengah Danau Toba yang lebih kecil, Pulau Sibandang. Pulau ini bisa dicapai dalam waktu 10-15 menit dari pelabuhan Muara, sekitar 30 menit perjalanan menuruni bukit dan jalan berkelok dari Geopark Sipinsur.

Geopark Sipinsur sangat mudah dicapai. Hanya sekitar 18 km dari Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII, Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara. Dengan kendaraan, bisa dicapai dalam waktu sekitar 30 menit saja. Melewati perkampungan dan tugu-tugu makam Batak Toba, rawa-rawa tempat kerbau berkubang dan perkebunan kopi Lintong di sepanjang daerah Lintongnihuta.

Foto : Fransiska Nawita