Berkuda Menuju Puncak Gunung Bromo

Pesona Gunung Bromo seakan tak ada habisnya. Suguhan sunrise di Bukit Cinta, melintasi lautan pasir, atau menikmati suguhan kawah menawannya? Tak perlu memilih salah satunya, semua bisa dinikmati sekaligus tatkala mendaki Bromo.

Bicara Gunung Bromo, salah satu yang dicari adalah kemunculan sunrise dari atas puncak setinggi 2.329 mdpl. Memang, kemunculan sunrise di atas puncak Gunung Bromo disebut-sebut sebagai salah satu lanskap sunrise terbaik yang ada di Indonesia.

Nah, kalau mau menikmati karunia Tuhan yang satu ini, kita bisa memulai pendakian melewati jalur Probolinggo ataupun dari Malang. Tentunya sesuaikan dengan posisi yang paling dekat dengan lokasi kita, ya.

Namanya juga mendaki, barang bawaan tentu jangan lupa dipersiapkan. Minimal, gunakanlah jaket tebal, syal, dan sarung tangan guna melawan hawa dingin di sana. Lalu, bawa juga masker untuk menahan agar debu pasir vulkanik tak banyak masuk ke pernapasan kita. Gunakan juga sepatu khusus mendaki agar perjalanan tetap aman. Tak kalah penting, bawa juga persediaan makanan secukupnya untuk dikonsumsi selama berada di Gunung Bromo.

Persiapan sudah matang, kaki pun siap melangkah. Kalau memang bertujuan menyaksikan eksotisme sunrise Gunung Bromo, ada baiknya memulai perjalanan pada malam hari untuk menuju desa terakhir sebelum memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yakni Desa Wonokitri.

Usahakan sudah sampai di Desa Wonokitri sebelum jam 03.00 pagi. Dari depan pintu gerbang TNBTS kita bisa menyewa mobil jeep untuk diantarkan menuju area-area puncak pengamatan Matahari terbit, yang memang memiliki beberapa spot menarik. Salah satunya di Bukit Cinta.

Tiba di sana, sungguh mata akan dimanjakan dengan pancaran sinar Matahari pagi berbalut sejuknya hawa pegunungan. Benar-benar suasana indah yang hanya bisa dinikmati dari atas puncak Gunung Bromo.


Berkuda Menuju Kawah
Tapi, cuma itu sajakah keindahan Bromo? Tidak tentunya. Ada beberapa keindahan alam lain yang sangat sayang jika kaki kita sudah menginjak Bromo. Salah satunya keberadaan Kawah Bromo yang menawan.

Dari puncak-puncak tempat kita menyaksikan sunrise, perjalanan bisa langsung dilanjutkan menuju kawah. Di sepanjang perjalanan, kita akan ditemani lautan pasir nan eksotis. Ditambah suguhan pemandangan Gunung Batok yang ada di sebelah kanan kita. Lalu di tengah lautan pasir ini juga ada Pura Luhur Poten Gunung Tengger, yang dijadikan tempat sembahyang oleh para masyarakat Suku Tengger.

Bila kita merasa lelah berjalan, bisa menyewa kuda-kuda milik para warga dari Suku Tengger. Tentu, nuansa baru yang asyik akan tersaji dari atas kuda. Kuda-kuda itu, akan mengantarkan kita sampai ke gerbang utama Kawah Bromo. Sisanya, kita harus menaiki 250 anak tangga untuk mencapai kawah.

Tenang, kelihatannya memang melelahkan, tapi akan terbayar lunas dengan indahnya suguhan panorama alam dari Kawah Bromo. Tidak cuma itu, dari atas kawah kita pun disuguhkan hamparan alam sekitar Gunung Bromo yang terlukis rapi.