Panorama Memukau di 44 Kelokan yang Menantang

Rasakan sensasi takjub sekaligus ngeri nan ekstrim, menuruni 44 tikungan yang menyuguhkan pesona pemandangan alam indah Danau Maninjau dari ketinggian yang tiada tara.

Sumatera Barat memang sangat kaya akan wisata alam. Panorama perbukitan, danau, hingga air terjun yang memukau. Adalah Kelok 44 atau Kelok Ampe-Ampe yang merupakan salah satu destinasi wisata berupa jalan yang sangat panjang dan berkelok. Menyajikan pemandangan alam Danau Maninjau yang sangat mengagumkan dengan kemilau air danau yang saat cuaca cerah membuatnya seperti cermin alam raksasa. Panorama Bukit Barisan pun menyempurnakan pemandangan khas Sumatera Barat ini.

Dengan jumlah tikungan mencapai 44 buah tikungan secara berturut-turut, Kelok 44 menghubungkan Danau Maninjau dan Embun Pagi Puncak Lawang. Selain pemandangan indah, udara di sepanjang jalan ini juga sangat sejuk dan segar. Meski cuaca sedang mendung, pemandangan sekitar Kelok 44 juga mampu menghadirkan pemandangan yang berbeda, saat kabut menutupi permukaan air danau dan itu terlihat seperti negeri awan atau impian yang ada di dalam sebuah lukisan.

Saat paling tepat mendatangi kelok eksotis ini adalah saat pagi hari. Karena pada pagi hari, udara masih sangat dingin. Pemandangan pun terasa magis karena sinar matahari masih cenderung malu-malu.


Sensasi Tikungan Ekstrem
Jika datang dari arah Bukittinggi, Sobat Pesona akan menuruni jalur yang cukup esktrem. Papan pertama yang dilihat adalah Kelok 1. Semakin menurun dan berliku, makin besar angka yang ada di plang. Perjalanan dari Kelok 1 hingga 44 yang ditempuh sejauh sekitar 10 km ini, dimulai dari kelok pertama yang masih biasa saja. Hingga menemukan kelokan ke 5 dengan kemiringan ekstrim mencapai sekitar 45 derajat, akan semakin mendebarkan.

Namun jangan khawatir, karena semua akan hilang dengan bentangan pemandangan persawahan warga yang berbentuk terasering, dilengkapi air terjun mini dari beberapa anak sungai di kawasan Danau Maninjau. Bahkan, banyak yang rela berhenti di beberapa kelok, diantaranya kelok 10 hingga 30an untuk sekadar melepas ketegangan dengan menghirup udara segar perbukitan dan memanjakan mata dengan perpaduan sketsa alam yang lengkap.

Bahkan tak jarang, Sobat Pesona akan ditemani segerombolan monyet liar jinak yang dengan senang hati akan mendekati untuk mencari makanan yang Sobat Pesona bawa untuk mereka.

Kelok 44 berada tepatnya di Agam, daerah perbukitan di sekitar Danau Maninjau. Bahkan, karena keindahan pemandangan yang ada, Kelok 44 ini dijadikan salah satu rute dari balap sepeda ikonik yang disebut Tour de Singkarak yang diadakan setiap tahun. Jika ingin berlama-lama di kawasan ini, Sobat Pesona bisa menginap di hotel maupun homestay yang tersedia di sekitar Danau Maninjau.