Patin, Ikan Favorit Masyarakat Sumatra

Kandungan gizinya setara dengan ikan salmon, tuna dan ikan sarden, ampuh usir kolesterol. Orang Sumatera paling jago mengolah ikan patin, jadi gulai, pindang hingga dengan fermentasi.

Ikan patin menjadi bahan dasar favorit untuk berbagai jenis kuliner khas di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di Sumatera. Biasanya olahan ikan patin mengandung bumbu yang kompleks dengan berbagai rempah khas sehingga menghadirkan cita rasa yang sangat menggugah selera.

Selain nikmat disantap, kandungan lemak tak jenuh pada daging ikan patin dapat membantu mengurangi jumlah kolesterol jahat yang ada di dalam tubuh. Juga bisa mencegah jantung koroner, mengoptimalkan pertumbuhan bayi, membantu pembentukan otot, serta membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi.


Menu Wajib Pulang Haji
Dalam masyarakat Melayu atau Sumatra menu ikan patin menjadi menu favorit. Dalam setiap hajatan atau acara besar sajian menu ini tak ketinggalan. Apalagi pada saat acara yang berhubungan dengan keberangkatan haji seseorang. Mereka yang kembali haji, akan menyuguhkan menu ikan patin bagi tamu yang datang ke rumahnya.

Kenikmatan daging ikan patin karena dagingnya yang lembut dan gurih, mudah ditemukan di banyak tempat karena merupakan jenis ikan air tawar yang dikembangbiakan. Selain itu, semua bagian dari ikan patin nikmat untuk disantap. Tidak hanya daging dan kepalanya saja, bahkan  duri ikan patin juga bisa dikonsumsi, seperti di dalam menu abon patin.

Selain itu kenikmatan ikan patin juga memiliki kandungan kolestrol yang rendah. Tak perlu khawatir makan ikan patin bagi yang memiliki penyakit kolesterol. Dan bagi yang melakukan diet, ikan ini bisa membantu menyuplai protein dalam tubuh dengan baik.


Jambi, Sentra Ikan Patin Nasional
Ikan patin sebagai bahan dasar menu favorit tentu banyak diburu masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan suplai banyak agar memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhannya. Tingginya kebutuhan akan ikan patin inilah yang membuat perkembangbiakan ikan patin banyak dilakukan. Salah satu wilayah yang menjadi sentra pengembangbiakan ikan patin adalah Jambi.

Provinsi Jambi dinilai sangat siap menjadi sentra pengembangan ikan patin nasional, setelah daerah tersebut fokus mengembangkan sektor perikanan budidaya dalam beberapa tahun terakhir. Pengembangan yang sedang dilakukan sekarang, diharapkan bisa memberi dampak positif untuk kebutuhan konsumsi ikan dalam negeri. Pengembangan Jambi menjadi sentra ikan patin nasional, tak lepas dari program pengembangan usaha budidaya melalui sistem klasterisasi berbasis komoditas unggulan daerah.


Olahan Kuliner Ikan Patin
Banyak kuliner Sumatera disajikan dengan bahan dasar ikan patin. Apalagi di wilayah Sumatra, terutama Jambi yang menjadi sentra ikan Patin Nasional. Menu andalan dari ikan patin seperti abon patin, pindang patin di Palembang, sup ikan patin dan masih banyak lagi. Walaupun nama dan bahan dasarnya sama, setiap daerah memiliki rasa khas dengan bumbu khas daerha yang berbeda-beda.

Misalnya gulai patin. Nama masakan ini ada di beberapa daerah di Sumatra, tetapi di Jambi,  masyarakat lokalnya sangat familier dengan makanan ini. Gulai ikan patin yang dimasak dengan menggunakan tempoyak dengan santan kelapa untuk menghindari bau dari rasa tempoyak yang cukup menyengat.

Tempoyak merupakan bumbu khas daerah ini yang diolah dari daging durian yang difermentasi. Selain tempoyak bumbu lain yang digunakan dalam pembuatan masakan gulai ikan patin ini adalah cabe merah, lengkuas, serai, kunyit, bawang merah dan bawah putih.