Kota Lama, Potongan Sejarah Kota Semarang

Perjalanan ke masa lampau, menyusuri Eropa di tahun 1700-an di jantung Kota Lama Semarang.

Konon dahulu kawasan Kota Lama Semarang merupakan pusat perdagangan dan pemerintahan Kota Semarang di abad 19 – 20. Di kawasan ini, ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih mengusung gaya arsitektur Eropa tahun 1700-an. Hal ini terlihat dari ukuran pintu dan jendelanya yang luar biasa besar, kaca-kaca nya yang berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah.

Beberapa bangunan peninggalan kolonial Belanda tersebut masih beroperasi dan difungsikan hingga sekarang, diantaranya ada Gereja Blenduk, Stasiun Tawang, dan Pabrik Rokok Praoe Layar. Selain didominasi dengan bangunan tua yang masih dipertahankan bentuk aslinya, di kawasan ini juga terdapat beberapa bangunan yang sudah mendapat sentuhan modern dan dikembangkan menjadi objek wisata yang lebih kekinian.

Karena keunikan bangunannya, Kota Lama Semarang sering sekali digunakan sebagai lokasi favorit membuat foto majalah, fashion, pre wedding, album kelulusan, hingga sekedar selfie ria. Berikut ini beberapa spot menarik yang bisa kamu jumpai di kawasan wisata Kota Lama Semarang.

Gereja Blenduk
Dibangun tahun 1753, Gereja Blenduk merupakan gereja tertua yang berada di Jawa Tengah. Dulunya, gereja ini bernama Nederlandsche Indische Kerk atau Gereja Protestan Indonesia Barat Immanuel. Awalnya, bentuk bangunannya menyerupai rumah joglo. Baru di tahun 1787, Gereja Blenduk direnovasi. Sebutan Gereja Blenduk dilatarbelakangi oleh renovasi di tahun 1894 yang mengubah bentuk kubah gereja menjadi berbentuk cembung, yang dalam bahasa Jawa disebut mblenduk.

Taman Srigunting
Di bagian timur Gereja Blenduk, ada Taman Srigunting. Taman yang awalnya bernama Parade Plein ini dulu sering digunakan sebagai tempat latihan baris-berbaris tentara Belanda dan tempat berkumpulnya para warga. Mau sekadar bisa duduk santai, menikmati pertunjukan musik dari seniman lokal, berkumpul dengan komunitas, sampai wisata kuliner bisa dilakukan di sini.

Pasar Klitikan
Tak jauh dari Gereja Bleduk dan Pasar Srigunting, ada sebuah pasar yang menjajakan berbagai macam barang antik, namanya Pasar Klitikan. Nggak hanya uang kuno atau lukisan, di pasar ini bisa menemukan setrika arang, boneka, radio, setrika, televisi, mesin tik, kamera polaroid, bahkan sampai motor jadul. Biasanya, semakin kuno dan langka barang tersebut, semakin mahal harganya. Nah, kemampuan menawarmu bakal dibutuhkan di pasar ini.



 

Semarang Contemporary Art Gallery
Selanjutnya, ada bangunan tua Kota Lama Semarang yang sudah memiliki sentuhan modern. Tempat ini bernama Semarang Contemporary Art Gallery atau sering disebut Galeri Semarang (Galsem). Lokasinya tak jauh dari Taman Srigunting dan Gereja Blenduk.

Meski menempati bangunan tua, interior bangunan galeri ini sudah mengalami sentuhan modern. Di lantai pertama, terpampang beberapa lukisan dan patung berbentuk unik. Sementara di lantai dua, ada beberapa lukisan bernada satir karya seniman Indonesia. Galeri ini juga memiliki taman kecil berisi patung unik yang sudah menjadi ikon Galsem dan menjadi spot foto favorit pengunjungnya.

Old City 3D Art Museum Semarang
Seperti namanya, museum ini menyajikan lukisan-lukisan tiga dimensi yang membuatnya terlihat seperti nyata. Konsep museum yang telah mendapatkan sentuhan modern ini mirip dengan Trick Eye Museum yang ada di Singapura. Dengan memainkan sudut pengambilan gambar, kita bisa seperti sedang berada di luar negeri, berada dalam kondisi berbahaya, atau berpose bersama tokoh terkenal. Kalau kebingungan menentukan sudut yang tepat, para staf Old City 3D Art Museum Semarang siap membantu pengunjungnya menghasilkan foto-foto unik.