6 Spot Menyelam Favorit di Sabang

Berenang ditemani gerombolan hiu di tengah Shark Plateau dengan karang warna-warni? Menikmati hangatnya semburan gelembung udara hangat dari gunung api bawah laut? Petualangan mendebarkan ini cuma bisa dinikmati di Sabang, Aceh.

Wilayah perairan Aceh memiliki pesona keindahan tersendiri yang tiada taranya. Pulau Weh di ujung barat Sumatera menjadi destinasi incaran penyelam dari berbagai penjuru duniai untuk menikmati keindahan alam bawah lautnya. Sabang memiliki 20 titik penyelaman yang tersebar di seluruh Pulau Weh, menjadi magnet bagi ribuan penyelam lokal dan asing dari berbagai negara. Spot-spot diving berikut di Sabang ini menjadi salah satu destinasi yang mendunia.


The Canyon
Pernahkah Sobat Pesona membayangkan keindahan Grand Canyon di dalam air? Dalam spot The Canyon, Sobat Pesona akan menyusuri saluran ngarai selebar 5 meter dengan kedalaman maksimal 60 meter. Bahkan, jika beruntung, Sobat Pesona dapat melihat ikan Napoleon berukuran raksasa. Selain itu, baracuda dan manta ray juga menjadi penghuni spot ini.


Shark Plateu
Sesuai namanya, di spot ini Sobat Pesona akan melihat banyak hiu yang hilir mudik, diantaranya adalah hiu sirip putih dan hiu sirip hitam. Terletak di bagian barat daya pusat kota Weh, spot ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelam yang menyambanginya. Bukan 1 atau 2, puluhan hiu bisa terlihat bersamaan dengan baracuda atau manta yang datang bergerombol. Nggak sembarangan, untuk menyelam di tempat ini, paling tidak Sobat Pesona harus memiliki sertivikat advance open water.


Sophie Rickmers Wreck
Spot menyelam ini memiliki sebuah kapal kargo buatan Jerman pada tahun 1940-an yang terdampar di dasar lautnya. Kini kapal tersebut telah menjadi karang dan sebagai ‘tempat bermain’ favorit banyak penyelam dari berbagai negara. Kapal berkebangsaan Jerman itu dapat ditemui persisnya di Teluk Pria Laot, Sabang pada kedalaman 40-50 meter dan untuk melakukan penyelaman di lokasi untuk diharuskan menggunakan dua tabung oksigen. Sophie Rickmers Wreck merupakan salah satu spot terdekat dengan daratan. Jadi, bukan hanya di bawah, pemandangan di permukaan airnya pun memesona, dan hal itulah yang membuat spot ini banyak digemari penyelam.


Pulau Rondo
Pulau ini merupakan spot diving paling jauh dari Pulau Weh. Dengan kedalaman rata-rata 30 meter, Pulau Rondo menjadi favorit banyak penyelam karena kontur lereng yang menantang dan ekosistem lautnya yang kaya. Bahkan, salah satu diving agent di Pulau Weh pernah mengutarakan, bahwa spot ini cocok bagi para penyelam profesional yang telah mencicipi berbagai jenis diving spot dan menginginkan hal yang baru juga unik untuk penjelajahan selanjutnya.


Teluk Pria Laot
Tak hanya keindahan pantainya, Pulau Weh juga dikenal sebagai pulau gunung api. Hal tersebut dapat dilihat dari gejala pasca-vulkanis, yakni adanya lubang-lubang fumarol, solfatar, dan sumber air panas yang banyak dijumpai di pulau ini, baik di lereng gunung, kaki gunung, di tepi pantai dan bahkan di dasar laut. Salah satu titik selam dan snorkeling yang harus Sobat Pesona coba kunjungi adalah Teluk Pria Laot, salah satu geoheritage pasca-vulkanis dan situs geologi yang unik.

Yang membuat spot ini unik adalah, perairan nya yang memiliki kedalaman sekitar 13-20 meter dengan lubang fumarol yang menyembur terus-menerus menyebabkan perairan penuh dengan pusaran gelembung.

Saat menyelam, kita bisa merasakan sedikit rasa hangat karena fumarol-fumarol tersebut. Spot ini akan memberi pengalaman yang mengesankan, kapan lagi bisa berenang di atas lapangan fumarol hasil dari gejala pasca-vulkanisme?


Pantai Anoi Hitam
Berbeda dengan perairan Teluk Pria Laot, di sini kita bisa berenang di atas meja-meja terumbu karang Acropora dalam perairan yang lebih dangkal. Terutama pada sore hari, arus di sini akan terasa sedikit lebih kencang. Bentuk terumbu karang yang telihat seperti meja mungkin menggoda kita untuk menginjaknya sebagai pijakan (atau mungkin iseng memegangnya). Tapi ingat! Tidak hanya tajam dan berbahaya, terumbu karang sensitif dan mudah rusak. Boleh foto-foto sepuasnya, tapi jaga juga ya terumbu karangnya!