Kuliner Buleleng, dari Blayag sampai Rujak

Salah satu daya tarik Festival Buleleng 2018 atau Buleleng Festival (BulFest) adalah gelaran kulinernya. Kesempatan bagus untuk mencicipi kuliner Buleleng yang sederhana namun memanjakan lidah.

1

Blayag


Bisa dibilang ini adalah kuliner Buleleng favorit. Buktinya selama event Buleleng Festival (BulFest) berlangsung, stand kuliner yang menjual makanan tradisional khas Buleleng ini tidak pernah sepi pengunjung. Bahkan ramainya sepanjang hari, dari siang hingga malam.

Satu porsi Blayag berisikan potongan-potongan tipat, yaitu sebutan untuk ketupat bagi orang Bali, sayuran berkuah kuning pucat yang mirip sayuran opor, kacang atau bisa juga kedele, serta lauk yang bisa terdiri dari bermacam-macam pilihan sesuai selera. Kekuatan cita rasanya terletak pada kuah sayuran yang memadukan berbagai isi Blayag menjadi satu kesatuan utuh.

Kuah pada Blayag adalah kunci kenikmatan pada hidangan tradisional ini. Kuah yang biasa disebut Kuah Ayam Nyat-nyat ini diracik dengan menggunakan bumbu Bali atau Base Genep yang kaya akan rempah-rempah. Rempah-rempah menjadi modal rasa utama Blayag yang akan membuatnya nikmat saat dimakan. Semakin lengkap rempah-rempah yang digunakan untuk membuat kuah ayam nyat-nyat, semakin enak hidangan Blayag yang disajikan.

Kalau dilihat dari bahan-bahan dasar pembuatannya, Blayag termasuk hidangan yang sederhana sehingga harga jualnya pun tidak pernah mahal.

Biasanya harga satu porsi Blayag berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Hanya saja tantangan untuk membuat Blayag butuh waktu lama. Kurang lebih dibutuhkan waktu tiga jam untuk merebus Tipat Blayag. Tetapi begitu proses pembuatan seluruh hidangan Blayag selesai, proses penyajian tidak membutuhkan waktu lama. Setelah memesan, dalam waktu singkat Blayag yang nikmat langsung datang.

2

Rujak Buleleng


Setelah puas menikmati Blayag, pengalaman menyicip kuliner Buleleng akan lengkap jika dilanjutkan dengan menikmati hidangan Rujak khas Buleleng. Yang membuat khas Rujak Buleleng ini adalah bumbu rujaknya yang memiliki cita rasa asam pedas, terbuat dari gula aren dan asam, dicampur dengan cabai. Tentu saja cita rasa ini akan membuat hidangan rujak buah-buahan ini semakin segar saat disantap.

Penyajian hidangan Rujak Buleleng saat ini sudah ada beberapa kreasi. Kreasi tersebut dilakukan oleh masyarakat Buleleng sendiri. Rujak Buleleng disajikan dengan buah-buahannya diserut tipis melebar panjang. Biasanya buah-buahan yang digunakan untuk membuat hidangan Rujak Buleleng antara lain pepaya, bengkoang, mangga muda, nanas, dan timun. Sedangkan untuk bumbu rujaknya disiapkan agak sedikit berair.

Dengan bumbu rujak yang sedikit berair, di setiap suapan akan langsung terasa aroma asam pedas dan sedikit manis. Jika lidah bisa cocok dengan cita rasa seperti ini, dijamin Rujak Buleleng akan menjadi makanan favorit.

Sama saja halnya jika mencoba kreasi Rujak Buleleng dimana potongan buah berada dalam rendaman air bumbu rujak dengan bahan dasar yang sama. Rujak Buleleng dengan kreasi seperti ini hasilnya mirip seperti asinan. Namun penikmatnya bisa mendapatkan kepuasan lebih dengan meminum air bumbu rujak. Lumayan bisa melegakan tenggorokan.