Pindang Palembang, Lezatnya Ikan Patin dan Rempah Nusantara

Makanan favorit Wong Kito Galo. Paduan gurihnya ikan khas Sungai Musi dan racikan kuah berbumbu rempah Nusantara yang asam, pedas dan segar yang kita kenal sebagai Pindang Palembang.

Selagi menonton aksi atlet dari 45 negara di gelaran Asian Games 2018, jangan lupa nikmati kota Palembang dengan segala suguhan lezatnya. Palembang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki segudang kuliner khas yang lezat. Kuliner Palembang sebagian besar berbahan dasar ikan. Salah satunya, pindang patin. Pindang Palembangdengan bahan utama ikan patin ini memiliki cita rasa pedas, asam dan gurih.


Ikan Patin dan Kuah Segar
Sajian pindang patin merupakan salah satu ikon kuliner Palembang, biasanya disajikan hampir di seluruh restoran di sana. Bahkan tak sedikit dari warga asli Palembang yang merambah bisnis pindang patin ke sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

Sajian pindang Palembang ini merupakan kuliner Palembang berbahan ikan patin yang banyak ditemukan di Sungai Musi. Lalu, diberi kuah pedas dengan potongan nanas atau belimbing wuluh dan daun kemangi. Rasanya yang gurih, asam, dan pedas memang sangat menyegarkan, terutama kalau disantap saat cuaca panas.

Ikan patin dikenal memiliki bau amis dan anyir yang cukup menyengat. Namun, dengan kelihaian orang Palembang meracik ikan dengan segala bumbu rempahnya, pindang patin sama sekali tidak amis. Salah satu kuncinya, ikan patinnya sudah direbus bersama sejumlah rempah. Mulai dari racikan bawang merah dan bawang putih, jahe, kunyit, serai, daun salam, hingga belimbing wuluh. Selain itu, potongan nanas pun ditambahkan untuk memberikan cita rasa asam dan segar, berikut potongan daun kemangi agar kuahnya harum menggugah selera.


Tiga Jenis Pindang
Saat menyantap pindang Palembang, kita bisa memilih satu di antara tiga bagian ikan. Yaitu bagian kepala, tengah, dan ekor. Bagi yang ingin menyantap kuliner Palembang ini tanpa repot dengan duri, bisa memilih bagian tengah atau ekor, karena durinya cenderung lebih sedikit. Daging ikannya pun jauh lebih banyak dan tebal.

Tapi untuk pecinta ikan sejati, menikmatan bagian kepala memang susah ditandingi, meski dagingnya lebih sedikit. Cara makannya pun sedikit lebih merepotkan. Namun di bagian kepala ikan patin terdapat lemak ikan yang lezat. Seruput bumbu kuah yang terselip di rongga kepala ikan, nikmatnya tiada tara...

Selain memilih bagian ikan, kita juga bisa menentukan jenis sajian pindang patin lainnya. Kuliner Palembang ini ada berbagai jenis, dengan cita rasa berbeda. Ada pindang ikan patin berkuah bening, pindang patin serani, dan pindang patin tempoyak.

Bedanya, kalau pindang patin serani, sebelum dimasak pengolahannya dilakukan dengan membakar bumbu-bumbu terlebih dulu. Kalau pindang patin tempoyak rasanya berbeda, karena diberi olahan durian yang bernama tempoyak. Adanya daging durian yang dipadu dengan ikan patin membuat rasa sajian ini punya rasa pedas, asam, dan juga manis.