Berwisata dari Atas Jembatan Pedestrian Kota Jambi

Layaknya di luar negeri, kini Jambi punya jembatan keren bagi para pejalan kaki yang ingin melancong sambil menikmati suasana sore yang indah. Jembatan ini membentang di atas Sungai Batanghari.

Namanya Jembatan Pedestrian. Jelas, dikhususkan bagi para pejalan kaki saja. Sedangkan kendaraan bermotor “diharamkan” melintas di atas jembatan ini. Memang fungsi jembatan yang didirikan pada tahun 2015 ini agar pejalan kaki bisa bersantai, nongkrong, dan menikmati suasana Jambi dari atas jembatan.

Pantaslah jika sekarang Jembatan Pedestrian menjadi salah satu destinasi wisata paling ramai di Jambi saat ini. Secara desain, bentuk jembatan ini sudah terlihat unik. Dengan lengkungan jembatan yang menyerupai huruf S. Di salah satu ujungnya, dibangun sebuah menara tinggi bernama Gentala Arasy, kependekan dari Genah Tanah Lahir Abdurrahman Sayuti. Abdurrahman Sayuti merupakan mantan gubernur Jambi yang menjabat periode tahun 1990–2000 yang lahir di daerah ini.

Gentala Arasy bisa juga diartikan suara yang memancar ke langit. Karena menara ini difungsikan juga sebagai menara masjid yang digunakan sebagai pengeras suara adzan. Gentala Arasy telah dihubungkan dengan Masjid Agung Al Fallah yang lokasinya persis di salah satu ujung jembatan. Sehingga ketika Masjid Agung Al Fallah mengumandangkan adzan, maka suara pun ikut terpancar lantang di Menara Gentala Arasy.


Berburu Senja Sambil Bersampan
Menariknya lagi, di atas menara terdapat sebuah jam besar yang menyerupai menara jam besar di Mekah, Arab Saudi. Belum lagi bagian dasar menara yang menyajikan benda-benda bersejarah beserta mushaf Al-Quran besar berukuran 18x17 meter. Serta relief-relief sejarah yang menceritakan kisah masuknya Islam ke Jambi yang terdapat di bagian pelataran.

Nah, di sisi lain jembatan juga terdapat beberapa pusat perbelanjaan Kota Jambi. Seperti Pasar Tradisional Angsoduo, Mal Wiltop Trade Center (WTC) Batanghari, serta deretan pedagang yang menjual aneka kuliner lezat.

Jajanan favorit di sini adalah jagung bakar, dengan paduan minuman es tebu. Sungguh nikmat jika datang ke sini ketika sore hari. Sambil menikmati jagung bakar, mata kita dimanjakan dengan lukisan langit senja yang indah. Jangan lupa untuk mengabadikan momen dengan berfoto ria. Kapan lagi bisa menikmati kerennya jembatan ini di Indonesia?

Jikalau sudah puas berkeliling di jembatan, kita juga bisa menyewa perahu sampan milik nelayan sekitar untuk berkeliling Sungai Batanghari.