Terowongan Misterius di Danau Singkarak, Fakta atau Sekadar Legenda?

Danau Singkarak memang sudah populer di telinga masyarakat Indonesia. Namun ketenarannya baru mendunia manakala pemerintah menggelar Tour de Singkarak sejak tahun 2009 hingga tahun ini tanpa pernah putus.

Salah satunya adalah cerita mengenai terowongan misterius yang menghubungkan Danau Singkarak dengan Danau Maninjau. Padahal kedua danau itu terpaut hampir 100 km jauhnya.

Hingga kini tidak ada yang bisa membuktikan secara pasti keberadaan terowongan itu. Jangan pula dinalar dengan logika khas masyarakat modern.

Masyarakat di sekitar danau banyak yang mengamini keberadaan terowongan itu, walau juga tidak ada yang yakin soal asal usulnya. Mereka menyatakan bahwa terowongan misterius Danau Singkarak amat lekat hubungannya dengan Tangga Batu Basurek yang diyakini berada di Sumpur Kudus.

Terlepas dari soal fakta atau fiksi, namun jika kita mundur hingga awal dekade ’90-an, pemerintah memang pernah membangun terowongan di sekitaran Danau Singkarak.

Tepatnya pada tahun 1992, Perusahaan Listrik Negara (PLN) membuat program pembangunan terowongan bawah air dengan panjang 19 km. Terowongan ini berguna untuk memutar turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak.

PLTA Singkarak sendiri tercatat berada di Desa Asam Pulau , Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. PLTA itu mampu menghasilkan listrik sebesar 175 megawatt.

Terowongan ini dibangun selama enam tahun hingga 1998. Selain tercatat sebagai megaproyek, terowongan PLTA Singkarak juga tercatat sebagai yang terpanjang di Indonesia.

Selain membelah dasar danau, terowongan itu juga melubangi perut Gunung Merapi hingga berujung di Samudera Hindia.

Selain cerita legenda soal terowongan misterius yang kemudian menjadi ‘nyata’ itu, beredar pula cerita soal perpindahan ikan dari Danau Singkarak dan Maninjau. Ada juga cerita soal orang-orang sakti yang mampu hilang di Danau Singkarak dan muncul di Danau Maninjau.

Cerita-cerita yang jauh dari akal sehat manusia ini memperkaya pengalaman liburan banyak wisatawan di Danau Singkarak.

Untuk menuju Danau Singkarak saat ini sudah cukup mudah, apalagi jika wisatawan datang dari Bandara Minangkabau yang berada di Kota Padang. Beragam jenis travel dan rental mobil bisa ditemui dengan mudahnya.

Tipsnya, carilah beberapa rekomendasi rental mobil yang memiliki layanan baik sebelum merencanakan liburan ke danau ini.

Jika tidak mau menyewa mobil, wisatawan juga bisa menggunakan jasa travel untuk langsung menuju kawasan Singkarak. Walau namanya travel, namun yang digunakan adalah mobil-mobil pribadi.

Dari Kota Padang menuju Singkarang membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Sesampainya di kawasan Danau, wisatawan akan disambut tenangnya air danau dengan dikelilingi hijaunya jajaran pegunungan Bukit Barisan. Tak jarang, nelayan yang sedang mencari ikan buruannya juga menghiasi indahnya pemandangan danau.

Tidak cuma menonton para nelayan, pelancong bahkan juga bisa menyewa perahu nelayan dan diajak untuk berkeliling Danau Singkarak. Jika beruntung, pelancong juga bisa mencoba menangkap ikan menggunakan alat milik nelayan itu.

Mengunjungi Danau Singkarak tak sah jika tidak menjajal kuliner yang terbuat dari ikan bilih. Ikan ini konon hanya hidup di Danau Singkarak.

Jika tertarik untuk mendapatkan ketenangan di sekitaran danau ini, jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan perilaku Anda agar warga sekitar danau juga menerima Anda dengan tangan terbuka.

Lawas