Tari Makakero, Tarian Penyambutan Tamu Sarat Makna

Simbol kebersamaan dan penghormatan oleh masyarakat Raja Ampat, Papua barat. Ditarikan oleh pria, wanita, dewasa dan anak-anak, untuk menyambut tamu yang dihormati.

Tarian dari Papua selalu menarik dengan iringan musik tradisional yang energik dan tampilan pakaian khas Papua yang menarik mata. Tarian tak hanya sekadar atraksi hiburan bagi masyarakat Papua, tapi juga menjadi bahasa komunikasi, termasuk menunjukkan penghormatan. Seperti tari Makakero, tarian khas dari Raja Ampat, Papua Barat.

Kalau berkunjung ke desa wisata Sawingrai di Raja Ampat, tamu pasti akan disambut dengan tari Makakero. Tarian ini menjadi salah seni tari kebanggaan Papua, musik dan gerakannya enerjik, mengandung simbol penuh makna.

Tari Kebersamaan Dari Muda sampai Yang Tua


Tari Makakero dibawakan di acara penyambutan tamu. Tari ini memperlihatkan kebersamaan dan penghormatan mereka pada tamu yang berkunjung ke daerahnya. Penyambutan dilakukan masyarakat secara bersama -sama, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa baik perempuan dan laki-laki. Karena itu, penari Makakero pun beragam, laki, perempuan, dewasa dan anak-anak.

Tari Makakero merupakan simbol keramahan masyarakat adat Sawingrai terhadap pendatang. Terutama yang dianggap sebagai tamu khusus. Para penari anak-anak laki-laki ada di barisan depan melakukan penyambutan tamu, sambil bergoyang dan bergerak enerjik layaknya membuka jalan. Di belakangnya, para wanita dewasa yang menari sambil membawa cawan keramik, memasuki jalan yang dibuka tadi, sambil terus melakukan gerakan tarian yang enerjik mengikuti iramanya.

Di bagian baris paling belakang, laki-laki dewasa memainkan alat musik dan bernyanyi. Irama alunan musik dan nyanyiannya, seperti menyihir tamu dan penonton untuk ikut menari-nari mengikuti gerakan para penari.

Pakaian Adat Papua


Kostum yang digunakan pada taria Makakero adalah kostum adat Raja Ampat, Papua Barat yang dilengkapi beberapa atribut seperti senjata. Alat musiknya sederhana, seperti tifa dan gitar.

Penari wanita Makakero, memakai baju adat Papua. Di desa Sawingrai, Raja Ampat dimana adat mereka banyak terpengaruh oleh budaya Ternate, penari Makakero perempuan tidak memakai rok jerami atau serat kering. Mereka memakai kostum dengan rumbai dan kain warna-warni.

Sedangkan untuk penari pria, menggunakan rok rumbai dengan bertelanjang dada dan . Sekarang sebagian penari pria memakai kostum dari kain dengan model tetap menjuntai di bagian depan digunakan sebagai bawahan. Dilengkapi hiasan atau ikat kepala, dengan aksen gigi babi hutan, rumbai atau kulit, kalung dengan membawa senjata seperti tombak dan panah.

Mencelup Kaki Tanda Penerimaan dan Penghormatan


Pada akhir tarian, para tamu diminta mencelupkan kaki di cawan yang dibawa oleh para wanita dewasa. Air yang digunakan adalah air yang dicampur bunga-bunga. Upacara pencucian kaki ini sebagai simbol bahwa tamu yang datang sudah diterima oleh masyarakat Papua dengan baik dan sudah mendapat penghormatan yang layak.