Pantai Tanjung Aan, Pantainya Sang Putri Mandalika

Terletak di Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Pantai Tanjung Aan menyimpan keunikan dan beberapa mitos yang menarik. Konon, di bawah laut Tanjung Aan terdapat seorang putri cantik dari Kerajaan Lombok.

Pasti semua setuju kalau menyebut Lombok sebagai surga wisata pantai yang tak ada duanya. Identik dengan pantai yang indah dan eksotis, pantai di Lombok menjadi incaran para traveler. Salah satunya adalah Pantai Tanjung Aan.

Berada di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Pantai Tanjung Aan memiliki pasir yang cukup unik. Pasirnya berbentuk bulat-bulat seperti butiran merica, sehingga kerap disebut pantai merica oleh para wisatawan. Selain Pantai Tanjung Aan, Pantai Kuta Lombok juga memiliki sejenis pasir yang sama, yaitu seperti merica.

Pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia ini juga dikelilingi perbukitan hijau yang tidak terlalu tinggi. Di antaranya ada sebuah bukit kecil yang bisa kita daki, yakni Bukit Payung dan Bukit Merese, yang lokasinya tak jauh dari garis pantai.



Di balik bukit-bukit kecil tersebut, kita juga akan menemukan hamparan pasir putih yang sangat halus, dan pemandangann Pantai Tanjung Aan dari kejauhan yang seperti kolam renang pribadi dengan airnya yang jernih. Jangan lupa siapkan kamera untuk mengabadikan momen indah ini, ya!

Di Tanjung Aan kita juga bisa snorkeling dan berslancar. Selain kondisi ombak yang lumayan tenang, Tanjung Aan juga memiliki keindahan bawah laut yang luar biasa. Itulah alasan mengapa Tanjung Aan banyak dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain itu, kita juga bisa menikmati suasana sunset yang indah. Kala sore tiba, dan matahari mulai menuju peraduannya.

Di sekitar pantai, ada pedagang yang menjual air kelapa muda, makanan, hingga kain tenun khas Lombok. Kita seolah dimanjakan dengan indahnya pantai sambil bersantai di bawah payung kayu beratap jerami sembari menikmati angin sepoi.


Mitos Tanjung Aan
Konon, Pantai Tanjung Aan merupakan tempat asal Putri Mandalika. Seorang anak gadis dari salah satu kerajaan di Lombok yang amat terkenal karena kecantikannya. Menurut cerita, karena kecantikan sang putri inilah hampir menyebabkan peperangan.

Zaman dahulu, Putri Mandalika tak ingin dinikahi sang pangeran yang menginginkannya. Kemudian Putri Mandalika melarikan diri, dan melonpat ke laut dari atas bukit untuk menghindar dari kejaran sang pangeran.

Cerita ini menjadi salah satu mitos yang terkenal di Lombok. Penduduk setempat percaya, bahwa Putri Mandalika bereinkarnasi menjadi nyale atau cacing laut. Tradisi berburu Bau Nyale atau cacing laut ini menjadi salah satu atraksi budaya yang menarik untuk kita saksikan.  Biasanya pada bulan ritual Bau Nyale dilaksanakan pada bulan Februari.