Telaga Wahyu, Surganya Pemancing di Magetan

Meski ketenarannya kalah jauh dengan Telaga Sarangan, namun siapa sangka ternyata Telaga Wahyu menyimpan pesona alam yang tak kalah indah. Serunya, ikan air tawar di Telaga Wahyu termasuk yang melimpah. Tak heran banyak orang yang mengisi waktu luang dengan memancing di telaga indah ini.

Telaga Wahyu, salah satu telaga di lereng Gunung Lawu yang masuk dalam wilayah Kabupaten Magetan. Letaknya berada di Selatan Telaga Sarangan. Di mana masyarakat sekitar lebih banyak memanfaatkan tempat ini sebagai lokasi memancing. Tidak heran bila telaga ini terlihat sepi dari kunjungan wisatawan baik ketika pagi, siang, maupun sore hari.

Hal tersebut otomatis membuat telaga ini bagaikan surga tersembunyi yang berada di Magetan. Telaga Wahyu atua yang dulu dikenal sebagai Telaga Wurung ini memiliki luas sekitar 10 hektar dengan kedalaman sekitar 16 meter. Lokasi Telaga Wahyu Magetan sendiri berada di tepi jalan utama penghubung Tawangmangu-Sarangan.

Perjalanan melewati jalur Tawangmangu-Sarangan saat pagi hari membuat pemandangan Telaga Wahyu terlihat lebih indah dibandingkan saat siang hari. Telaga Wahyu memiliki udara yang cukup sejuk karena dikelilingi bukit-bukit dan pepohonan hijau. Ditambah hamparan lahan pertanian yang tertata secara artistik seolah menjadi karakteristik daerah pegunungan.

Apalagi Telaga Wahyu dianugerahi dengan ikan air tawar yang melimpah, sehingga tak jarang menjadi spot favorit bagi para pemancing. Selain untuk memancing, tempat itu juga tak jarang dimanfaatkan untuk berkemah.


Mitos di Telaga Wahyu
Telaga Wahyu sejatinya adalah wisata air yang sering digunakan untuk memancing. Hal inilah yang kemudian membedakan Telaga Wahyu dengan Telaga Sarangan. Meski kedua lokasi ini sama-sama berada di lereng Gunung Lawu.

Di Telaga Wahyu juga menyimpan mitos. Konon, jika sepasang kekasih berkunjung ke telaga ini, maka hubungan mereka tidak akan kekal. Karena mitos inilah, Telaga Wahyu juga sering disebut sebagai Telaga Wurung, yang diartikan dalam bahasa Jawa adalah tidak jadi.

Meskipun mitos tersebut perlahan dilupakan masyarakat, namun tak sedikit yang masih mempercayai legenda rakyat tersebut. Hal ini pula yang membuat Telaga Wahyu cenderung sepi pengunjung dibandingkan Telaga Sarangan. Walaupun potensi wisata alam di telaga ini tak kalah banyak.