Berpenampilan Ala Suku Dayak di Desa Pampang

Desa Pampang telah lama menjadi obyek wisata favorit bagi wisatawan, terutama bagi mereka yang menyukai wisata budaya sekaligus mengenal lebih dalam seni daerah Suku Dayak. Bahkan, kita juga bisa mengubah penampilan menggunakan pakaian adat Suku Dayak.

Kebanyakan wisatawan yang hendak mengenal budaya Suku Dayak, kerap mengunjungi Desa Pampang. Desa budaya di Kalimantan Timur ini menyimpan keunikan berbeda. Desa Pampang sendiri secara resmi menjadi desa budaya sejak tahun 1991. Cukup membayar Rp15.000 kita sudah bisa menikmati tarian tradisional khas Suku Dayak di rumah adat Suku Dayak, Lamin Adat Pamung Tawai.

Rumah adat ini terbuat dari kayu Ulin dengan hiasan dan ukiran hampir di semua dindingnya. Ukiran ini dibentuk sesuai dengan ciri khas Dayak, paduan warna hitam, putih, dan kuning yang dominan. Begitu juga dengan tiang penyangga rumah yang berdiameter dua meter dihiasi ukiran indah. Bagian atap terbuat dari kayu Sirap, dengan ukiran kokoh di tengah atap dan sudut-sudutnya.

Secara rutin setiap akhir pekan masyarakat Desa Pampang mengggelar pertunjukan tarian adat Suku Dayak. Ada beberapa jenis tarian yang dapat kita nikmati, yaitu tari Bangen Tawai, Hudoq, Kanjet Anyam Tali, Ajay Pilling, Kancet Lasan, Nyalama Sakai, hinggga Kancet Punan Lettu.

Semua tarian ini tentu memiliki makna tersendiri, termasuk dari gerakan-gerakannya. Sehingga biasanya sebelum salah satu tarian dimulai, pembawa acara akan menjelaskan makna dari tarian yang akan digelar. Uniknya, semua tarian yang digelar di Desa Pampang melibatkan seluruh masyarakat tua maupun muda.


Menggunakan Pakaian Khas Suku Dayak
Tak hanya dapat menyaksikan pertunjukan khas Suku Dayak, kita juga bisa berfoto menggunakan pakaian adat khas Suku Dayak. Untuk menyewa pakaian tersebut kita dikenakan biaya sekitar Rp20.000-Rp25.000 saja. Termasuk murah untuk sebuah pakaian adat.

Apabila tidak ingin menyewa pakaian, kita tetap dapat mengabadikan moment bersama Suku Dayak dengan cara berfoto bersama penduduk asli setempat yang bertelinga panjang. Namun untuk berfoto bersama penduduk asli bertelinga panjang dikenakan biaya tersendiri.