Asinan Jagung Bakar Berumur Setengah Abad

Asinan dengan isi buah, sayur, ataupun toge mungkin sudah biasa didengar. Bagaimana dengan Asinan Jagung Bakar? Pecinta kuliner di kawasan Jalan Surya Kencana mungkin sudah tidak asing dengan asinan satu ini.

Berbeda dari asinan biasa yang berbahan dasar sayuran atau buah-buahan, asinan jagung bakar menawarkan cita rasa unik yang bikin nagih. Salah satu kaki lima yang populer di Jalan Surya Kencana Bogor adalah Asinan Jagung Bakar Pak Sabur.

Nama Pak Sabur sendiri diambil dari nama pemilik dagangan ini yang bernama Sabur. Meski menamakan dagangannya dengan nama Sabur, usahanya ini tidaklah dimulai oleh dirinya. Ayahnya yang bernama Adung memulai usaha Asinan Jagung Bakar ini lebih dahulu sejak tahun 1968. Setelah kini diturunkan kepadanya, Sabur pun berencana menurunkanya kepada anaknya yang saat ini ikut membantu bisnisnya setiap hari.

Menonton proses pembuatan asinan ini saja sudah menjadi hiburan tersendiri. Jagung manis dibakar dengan arang, kemudian butirannya dibanjiri dengan kuah asinan. Tak ketinggalan, potongan timun ia tambahkan. Segar!


Menjaga Kualitas
Ada cerita sendiri di balik kuah asinan ini. Sepintas, mungkin kuahnya terasa seperti kuah asinan kebanyakan, tapi ada sedikit rasa kesegaran yang berbeda. Resep kuah asinan jagung bakar buatannya ini ternyata masih ia pertahankan sejak ayahnya masih hidup.

Sebagai pilihan rasa, Asinan Jagung Bakar Pak Sabur ini dapat ditambah dengan cabai hijau bagi pembeli yang menyukai pedas. Sam halnya dengan garam dan gula yang turut ia sediakan demi menyesuaikan lidah pembeli.

Sabur mengaku menjaga kualitas bahan dagangannya dengan penuh perhatian. Misalnya saja kuah asinan yang ia gunakan maksimal satu minggu setelah pembuatan. Sebab menurutnya, setelah satu minggu kualitas kuah asinan sudah tidak enak.

Usia 50 tahun bisnisnya bukanlah sebuah angka biasa. Bila berkunjung ke tempatnya, terlihat deretan pembeli yang mengantre panjang demi menikmati seporsi asinannya. Meski terkadang mereka harus rela mengantre sambil berpanas-panasan, lantaran Sabur hanya buka dari pukul 09.30 hingga 16.30 WIB.

Foto : Roy Silitonga