Kebyar Gong, Musik Enerjik Berusia 100 Tahun

Salah satu ciri khas budaya Bali Utara, seperti yang selalu ditampilkan di tiap Festival Buleleng adalah penampilan Kebyar Gong. Warisan asli leluhur ini terus dijaga dan sangat populer selama lebih dari 100 tahun.

Beberapa sumber sejarah menjelaskan Kebyar Gong pertama kali diperdengarkan di depan umum pada bulan Desember 1915 di desa Jagaraga, Buleleng. Diperkirakan kesenian ini diciptakan antara tahun 1906-1915. Hebatnya meski sudah berusia lebih dari 100 tahun, kesenian ini masih menjadi yang paling populer di Bali hingga kini.

 

 

Bikin Sapi Tunggang-Langgang

Kebyar Gong merupakan tabuhan bersama dan serentak yang diikuti oleh hampir semua tungguhan (instrumen di perangkat gamelan). Kebyar memiliki nuansa yang sangat dinamis dan keras. Menurut kutipan sebuah catatan sejarah, ketika Kebyar Gong ditabuh untuk pertama kali terjadi kekagetan yang luar biasa. Masyarakat tercengang dan ternak sapi yang sedang diikatkan di ladang dan di kandangnya terlepas dan lari tunggang langgang.

Karena memiliki keunikan tersendiri, Kebyar Gong dapat mengiringi berbagai bentuk tarian maupun gending-gending lelambatan, palegongan, maupun jenis gending yang lainnya.

Tabuhan kebyar ini mampu membangkitkan semangat. Di samping itu Kebyar Gong juga bisa dipergunakan sebagai salah satu penunjang pelaksanaan upacara agama. Seperti misalnya untuk mengiringi tari sakral, maupun jenis tarian wali dan balih-balihan.

Sebelum Kebyar Gong muncul, di Bali telah ada berbagai jenis gamelan seperti gamelan gong gede, gong luwang, gong beri, gamelan pelegongan, dan lain-lain. Gamelan-gamelan inilah yang mengiring tarian dan upacara di Bali. Kebyar Gong tergolong ke dalam jenis gamelan baru atau muda, dan berfungsi sebagai pembaharu dan pelanjut tradisi.

Sebagai pembaharu Kebyar Gong menginspirasi para seniman di Bali untuk menciptakan gending-gending baru yang lepas dari tradisi yang sudah ada. Sedangkan sebagai pelanjut tradisi Kebyar Gong mampu mempertahankan eksistensi gamelan-gamelan lainnya melalui transformasi dan adaptasi. Oleh sebab itu Kebyar Gong bisa berkembang pesat dan tersebar hampir ke seluruh pelosok Pulau Bali.

 

Para Leluhur Bersatu Lagi

Inovasi dengan Kebyar Gong mulai berkembang pada tahun 1920-an di daerah Buleleng. Terjadinya hampir di seluruh desa maupun banjar yang memiliki satu perangkat/barungan Kebyar Gong. Salah satu hasil inovasi Kebyar Gong yang populer adalah Kebyar Ding. Tahun berapa  Kebyar Gong ini diciptakan tidak diketahui dengan pasti, tapi menjadi sangat terkenal karena terdapat rekaman piringan hitamnya yang bertanda tahun 1928.

Kebyar istimewa inilah yang ikut ambil bagian dalam Festival Buleleng 2018. Lebih istimewa lagi karena dimainkan pada perangkat gamelan Kebyar Gong Eka Wakya yang lahir sekitar tahun 1926 di Banjar Paketan, Singaraja.


Perangkat gamelan Kebyar Gong Eka Wakya memiliki ciri khas Mepacek (bilah dipaku). Ciri ini cocok untuk memainkan Kebyar Ding yang memakai teknik permainan ucek-ucekan atau kembangan irama gending yang cepat. Teknik ngucek menjadi karakter khas kekebyaran.

Penampilan Kebyar Gong Eka Wakya membawakan Kebyar Ding adalah kombinasi yang serasi. Warisan asli leluhur Buleleng membawakan karya inovasi warisan asli leluhur Buleleng.