Mengenal Alat Musik Tradisional Suku Dayak

Setiap budaya memiliki kesenian dan kerajinan yang sudah ada sejak zaman dahulu. Beberapa di antaranya masih dilestarikan, seperti alat-alat musik tradisional dari Suku Dayak berikut ini.

Selain dikenal kental dengan upacara adat dan beragam tradisi kepercayaannya, suku Dayak juga memiliki banyak kesenian dan kerajinan tradisional. Di antaranya adalah alat musik yang dipakai dan masih berhubungan dengan kebudayaan di sana. Berikut beberapa alat musik tradisional dari suku Dayak yang berada di pulau Kalimantan.


Sape
Sape yang dalam bahasa Dayak sendiri berarti “memetik dengan jari”. Memang cara memainkan alat musik ini adalah dengan cara dipetik. Sape terbuat dari kayu pilihan, seperti kayu meranti atau kayu yang kuat dan tahan lama. Selain bentuknya yang unik, ciri khas alat musik ini dapat dilihat juga dari ukiran bermotif khas Dayak.


Gong Garantung
Sebenarnya Gong Gantung pada dasarnya memiliki bentuk dan menghasilkan suara yang sama seperti gong pada umumnya. Namun perbedaannya adalah suara yang lebih pendek atau tidak menggema terlalu lama.


Gamang
Gamang merupakan alat tradisional yang berasal dari suku Dayak Maanyan. Cara memainkan gamang dengan cara dipukul. Meskipun terbuat dari kayu, gamang memiliki 5 buah nada yang berbeda yaitu, do, re, mi, sol dan la.


Kangkuang
Alat musik ini cukup sederhana karena terbuat dari kayu yang diukir lalu cara memainkannya hanya dengan dipukul.


Entebong
Pada dasarnya, Entebong merupakan alat musik yang sama seperti gendang. Selain bentuk, suara yang dihasilkan pun sama. Suku Dayak Mualang membuat alat musik ini sendiri sebagai seni dan kerajinan kebanggan mereka.


Keledik
Alat musik satu ini cukup unik. Keledik atau Kedire terbuat dari buah labu yang dikeringkan, batang bambu dan benang. Cara memainkan Keledik yaitu dengan cara ditiup dan suara yang dihasilkan yaitu nada pentatonik.


Kollatung
Kollatung dibuat dari tembaga kuningan yang dibentuk menjadi alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Uniknya, tak hanya sebagai penghasil bunyi, Kollatung juga dapat digunakan sebagai mas kawin dan berfungsi juga sebagai alat bayar seperti uang dalam adat Dayak.


Foto: Kodjang