Melihat Keunikan Kampung Bajo Mola Wakatobi

Sebagai seorang manusia yang hidup di perkotaan, kita mungkin jenuh berkutat dengan rutinitas dan target harian. Bagi yang ingin sejenak kabur dari kepenatan kota dengan merasakan sensasi menjadi suku laut. Pengalaman ini wajib dicoba!

Hidup menjadi masyarakat suku laut yang berguru langsung pada alam, pasti pernah terbersit dalam benak sebagian orang. Sekarang hal tersebut bukan hanya mimpi kanak-kanak. Kita juga dapat mewujudkan dengan berwisata budaya ke Kampung Suku Laut Bajo.

Beberapa tahun terakhir, pemerintah Wakatobi menjadikan Kampung Bajo, atau Kampung Bajo Mola sebagai tempat wisata budaya. Beragam hal baru akan pengunjung dapatkan melalui perjalanan ini.

Berikut adalah keunikan kehidupan dari suku Bajo yang wajib Sobat Pesona ketahui sebelum mengunjunginya:


Mencari ikan dengan peralatan seadanya
Secara turun temurun orang Bajo terkenal dengan kemampuan menyelamnya. Bahkan beberapa ahli membuktikan bahwa Suku Bajo memiliki gen penyelam. Gen ini membantu untuk bertahan di kedalaman laut tanpa peralatan selam yang mumpuni. Hal ini membuat mereka berprofesi sebagai nelayan.

Orang-orang Bajo masih menggunakan cara-cara tradisional yang ramah lingkungan untuk menangkap ikan, seperti menombak dan memanah ikan. Nah, kita dapat melihat langsung proses berburu ikan ini. Bagi yang tertarik untuk mencoba menangkap ikan secara tradisional, masyarakat sangat ramah untuk membantu mengajari. Namun jangan lupa selain suku Bajo harus menggunakan peralatan selam yang memadai, ya.


Perawatan diri yang ramah lingkungan
Suku Bajo juga memiliki cara mandi yang khas, yakni mandi dengan menggunakan air laut tanpa sabun. Kemudian dibilas menggunakan air tawar dan barulah memakai sabun. Tradisi ini dipercaya bisa mengangkat kotoran dengan maksimal.

Para ibu-ibu juga terbiasa menggunakan bedak beras. Menurut mereka kegiatan ini mampu mengurangi rasa panas sinar matahari pada kulit. Apabila ada wisatawan yang berkunjung, para ibu dengan ramah menawarkan bedak beras untuk dipakaikan ke muka kita.


Bermalam di rumah-rumah terapung
Dahulu, Suku Bajo hidup di perahu-perahu yang membawa mereka mengembara lautan. Namun beberapa dari mereka saat ini membangun rumah di atas laut, seperti yang ada di kampung Bajo Mola. Rumah masyarakat Bajo merupakan rumah tradisional non permanen, dengan dinding dari kayu. Kayu-kayu pijakan yang menghubungkan antara satu rumah dengan rumah lain disusun dengan kokoh, sehingga kuat untuk dipijak.

Bagi Sobat Pesona yang takut gelap, jangan khawatir. Sudah ada aliran listrik di setiap rumah. Namun listrik-listrik ini hanya menyala sekitar 6 jam dalam sehari.

Kehangatan yang didapatkan dengan hidup sederhana ala Suku Bajo akan menjadi memori yang tidak terlupakan. Pastikan Sobat Pesona merasakan pengalaman ini.


Foto: Reiza Maspaitella