Arosbaya, Bukit Kapur yang Kini Menjadi Tempat Wisata Favorit Madura

Sangat disarankan berkunjung ke Bukit Arosbaya saat sore hari, atau di mana matahari sudah condong ke Barat. Selain warnanya yang memancarkan kekuningan, suasana dan suhu udara tidak terlalu panas.

Madura dikenal dengan alamnya yang lumayan panas dari segi cuaca. Namun dibalik itu semua, Surabaya memiliki potensi alam yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Salah satunya adalah sisa dari penambangan yang terletak di Arosbaya.

Jarak bukit Arosbaya dari jembatan Suramadu lumayan jauh, membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan menuju surga tersembunyi hasil dari penambangan kapur tersebut. Pertama masuk ke area bukit Kapur Arosbaya, jalannya memang cukup sempit karena masuk dan melewati kampung terlebih dahulu.

Namun untuk berkunjung ke Arosbaya, aksesnya terbilang cukup mudah karena letaknya tidak jauh dari situs religi makam para Raja Bangkalan “Air Mata Ibu”, yang notabene sudah terkenal terlebih dahulu oleh para peziarah.

Baiknya untuk mengunjungi Bukit Kapur Arosbaya menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa. Karena masih jarang kendaraan umum yang menuju rute ke Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya Bangkalan Madura.

Bagi yang bernyali kecil mungkin tidak berani, karena di antara kampung dan Bukit Arosbaya terdapat makam, dan jalannya hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan roda empat saja. Jadi harus antri atau membayar warga setempat untuk menunjukkan jalan.

Setelah sampai terlihat sebuah bukit yang menjulang tinggi berwarna orange keemasan menjulang tinggi yang ditumbuhi pohon dan beberapa rumput liar. Di depan bukit tersebut terdapat parkiran yang cukup luas dan mampu menampung beberapa mobil, selain itu juga ada fasilitas kamar mandi dan warung yang bisa digunakan untuk para pengunjung Arosbaya.

Inilah pesona Madura yang tidak hanya Bukit Jaddih, Gili Labak maupun Air Terjun Toroan saja, akan tetapi penambangan batu kapur juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, fotografer hingga siapa saja yang ingin melakukan foto season maupun prewedding di lokasi ini.

Sangat disarankan berkunjung ke Bukit Arosbaya saat sore hari, atau di mana matahari sudah condong ke Barat. Selain warnanya yang memancarkan kekuningan, suasana dan suhu udara tidak terlalu panas.

Banyak lorong-lorong yang berupa gua dari kapur yang bisa dikunjungi, bahkan ada beberapa dinding gua yang sudah diselimuti dengan lumut. Sehingga pengunjung harus hati-hati saat berjalan menyusuri jalan setapak sepanjang Bukit Arosbaya.

Bukit bekas pahatan sisa penambangan kapur di sini justru menghadirkan bentuk-bentuk unik dan menjadi alasan orang-orang yang berkunjung ke sini. Meski masih sudah menjadi tempat pariwisata, sebagian warga juga masih tampak terlihat menambang di beberapa titik bukit Arosbaya tersebut.

Bukit yang dikenal sebagai Bukit Pelalangan tak ak hanya bekas pahatannya saja yang unik,  warna merah merona setiap dinding menambah keunikan Bukit tersebut. Warga sekitar mengenal daerah tambang ini dengan sebutan “Bedel”.


Foto: Dhanang Sukmana Adi