Menyusuri Rawa Bento, Pendangkalan Danau yang Memesona

Lahan basah di 1.333 meter di atas permukaan laut, seluas 1.000 hektar. Aliran sungai dari 3 gunung di Kerinci Higland ini ditumbuhi rumput bento, dan jadi surga pengamatan burung.

Rawa Bento terletak di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung 7, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Rawa ini merupakan lahan basah pada ketinggian 1.333 mdpl, dengan luas skitar 1.000 ha. Kawasan ini awalnya adalah danau, menampung aliran sungai yang berasal dari gugusan Pesona Wisata Jambi Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, Gunung Sangkar dan sekitarnya.

Karena pendangkalan, danau lama-lama menjadi rawa. Rawa ini tertutup oleh rumput bento dan menjadi hutan rawa, sehingga dikenal dengan nama Rawa Bento. Tak hanya keunikan rawanya yang ditumbuhi vegetasi menjadi pemandangan yang indah, tetapi juga beberapa jenis burung yang hidup di daerah ini. Antara lain burung jernih, burung layang-layang dan putih, bebek liar dan lain sebagainya.


Surga Pengamat Burung
Ekosistem Rawa Bento terdiri dari rumput rawa gambut yang didominasi oleh rumput bento dan beberapa jenis rumput dengan batang bersegi (famili: Cyperaceae); hutan rawa kerdilnya terdiri atas pohon-pohon Eugenia spicata, Palaquium sp.,Syzygium sp., Elaeocarpus sp., Ficus spp., dll.

Sungai dan danau Bento menjadi ekosistem ikan seperti ikan semah (Tor sp.), ikan pareh (Tor tambroides), ikan saluang (Rasbora lateristriata) dan belut (Monopterus albus). Di sepanjang tepi sungai dan danaunya banyak  tanaman enceng gondok (Eichornia crasipes) dan kayu apu (Pistia stratiotes).

Keanekaragaman burung yang hidup di wilayah rawa Bento ini menjadi daya tarik tersendiri. Bagi pengunjung yang hobi melakukan pengamatan burung, di tempat ini dimanjakan oleh berbagai jenis burung unik. Antara lain, kuntul kerbau, kuntul kecil, bebrapa jenis raja udang, beberapa jenis raptor, itik gunung, berkik, mandar padi sintar, trinil semak, trinil pantai, dsb. Bagi penggemar birdwatching, lokasi ini menjadi surganya pengamat burung.

Penelitian menunjukkan di Rawa Bento ditemukan 12 jenis burung air dengan Disini wisatawan juga bisa melihat ekositem burung. berdasarkan pengamatan yang dilakukan,  dapat ditemukan 13 jenis burung air dan 39 jenis burung lainnya. Lima diantara 13 jenis burung air adalah burung air migran yang hanya dapat ditemukan di waktu-waktu tertentu.

Burung-burung ini tersebar di empat tipe lahan basah, yaitu di rawa danau 7 jenis, di rawa rumput 8 jenis, di sungai 8 jenis dan di sawah 6 jenis. Selain Burung, kita dapat melihat simpai (Presbytis melalophos) yang bergantungan di atas pohon.


Menuju Rawa Bento
Perjalanan menuju rawa bento dimulai dengan menggunakan mobil dari Kota Sungai Penuh ke arah desa Jernih Jaya atau desa Pauh Tinggi yang terletak di Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Dari Kota Sungai Penuh menuju Desa Jernih Jaya dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam 30 menit, sedangkan perjalanan ke Desa Pauh Tinggi ditempuh dalam waktu 2 jam atau lebih. Dua desa ini merupakan pintu masuk menuju Rawa Bento.

Jika masuk dari Desa Jernih Jaya menggunakan kano (perahu tradisional) menuju rawa bento harus mendayung dengan kuat karena melawan arus sungai. Perjalanan menggunakan kano lebih mudah melalui Desa Pauh Tinggi.

Hanya saja untuk mencapai Desa Pauh Tinggi tidak dapat ditempuh dengan kendaraan umum, tetapi harus menyewa mobil dari Kota Sungai Penuh. Sebelum berkano di Rawa Bento pengunjung harus melintasi padang rumput bertanah rawa, yang juga menjadi salah satu pengalaman menarik, dapat merasakan lembut dan dinginnya tanah rawa.

Foto : Hendi Fresco