Mengunjungi Kampung Rendang Kota Payakumbuh

Payakumbuh yang hanya berjarak sekitar 27 km di timur Bukittinggi dan dapat ditempuh dalam waktu 30 menit, sudah lama dikenal sebagai kota kuliner yang justru hidup dan bergairah pada malam hari.

Rendang adalah salah satu kuliner tradisional asal Sumatera Barat yang menjadi menu andalan rumah makan khas Minang di seantero Nusantara. Hal itu tak lepas dari rasa kuliner berbahan daging sapi yang ternyata dapat diterima dan disukai masyarakat.

Nah, bagi penyuka kuliner rendang sejati, mungkin ada baiknya merencanakan traveling ke kota Payakumbuh. Sebab di kota tersebut  terdapat sentra kuliner rendang bernama Kampung Rendang. Ya, Kampung Rendang memang diniatkan menjadi salah satu pusat kuliner di Payakumbuh dan menjadi daya tarik pariwisata kota yang berjarak sekitar 180 kilometer dari Kota Padang, ibu kota Sumatera Barat tersebut.

Hal itu dinilai cocok dengan karakter warga dan aktivitas kota Payakumbuh yang dinamis. Ketika kota wisata Bukittinggi, Sumatera Barat, mulai sepi pada malam hari, saat warganya memilih berdiam di rumah untuk menghindari udara dingin, aktivitas sebagian warga kota tetangga Payakumbuh justru semakin menggeliat.

Payakumbuh yang hanya berjarak sekitar 27 km di timur Bukittinggi dan dapat ditempuh dalam waktu 30 menit, sudah lama dikenal sebagai kota kuliner yang justru hidup dan bergairah pada malam hari. Di sepanjang jalan utama Soekarno-Hatta yang merupakan perlintasan dari Pekanbaru menuju Bukittinggi, terlihat ratusan tenda yang menjual berbagai jenis makanan, mulai dari yang berat sampai ringan, serta berbagai jenis minuman panas ataupun dingin.

Tidak mengherankan jika banyak wisatawan lokal yang khusus datang ke Payakumbuh hanya untuk menikmati suasana malam dan menghabiskan waktu libur sambil berkuliner. Penikmat kuliner yang paling banyak menyambangi Payakumbuh di waktu malam adalah warga Bukittinggi atau Padang Panjang, karena lokasi yang berdekatan.

Keanekaragaman kuliner menjadi andalan daerah Payakumbuh untuk mendatangkan wisatawan selain industri kreatif seperti Payakumbuh Fashion Week dan Payakumbuh Carnaval, karena memang tidak banyak lokasi wisata alam yang bisa ditawarkan di Payakumbuh. Selain untuk membeli oleh-oleh, keberadaan Kampung Rendang diharapkan memperkuat citra Payakumbuh sebagai kota wisata kuliner di Sumatera Barat.

Kampung Rendang yang terletak di Jalan Tan Malaka Lampasi sudah mulai dibangun sejak 2017 dan kini dibangun juga dapur utama, dapur bagi Industri Kecil Menengah, gudang, dan lainnya. Di Kampung Rendang ini kita bisa membeli berbagai macam jenis rendang yang ragamnya hingga puluhan macam.

Saat ini terdapat dua jenis makanan ringan yang menjadi ikon Payakumbuh dan sering dijadikan oleh-oleh khas adalah batiah dan galamai. Batiah terbuat dari ketan yang digoreng dan kemudian dikeringkan, sementara galamai adalah sejenis dodol, juga berasal dari ketan dengan proses pembuatan lebih dari lima jam. Tak heran galamai lebih alot dan lengket saat dikunyah.

Makanan khas Payakumbuh lainnya adalah bareh rendang, kipang, rendang belut, martabak telur dan pinyaram (kue yang berasal dari tepung beras, gula dan santan) serta rendang telur.

Nah, jika sobat ingin mengunjungi kota Payakumbuh, maka bisa berangkat via Padang  -Sicincin-Padang Panjang- Bukittinggi dengan jarak 137 km dan lama perjalanan sekitar 3 jam 28 menit. Alternatif lain via Padang- Solok - Danau Singkarak - Padang Panjang - Bukit Tinggi dengan jarak 167 km dan estimasi waktu 3 jam 50 menit. Sementara via Padang - Sawahlunto berjarak 185 km dengan estimasi waktu 4 jam.


Foto: Jaka Thariq