Sejarah dan Mitos di Gua Putri Kencana

Menurut sejarah, Gua Putri Kencana dahulu merupakan dasar lautan yang kemudian menjadi daratan hingga saat ini. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya beberapa fosil seperti tulang belulang binatang dan sompil laut yang sudah membatu.

Gua Putri Kencana adalah salah satu wisata andalan yang ada di Kabupaten Wonogiri. Gua Putri Kencana berlokasi di Kecamatan Pracimantoro yang berjarak sekitar 40 kilometer arah barat daya Kota Wonogiri.

Gua Putri Kencana ini memiliki panjang lorong sejauh 121 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi sekitar 4 meter. Gua ini termasuk kedalam kawasan karst Gunung Sewu yang menyuguhkan keindahan dari stalagtit dan stalagmit yang masih hidup.

Menurut sejarah, Gua Putri Kencana dahulu merupakan dasar lautan yang kemudian menjadi daratan hingga saat ini. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya beberapa fosil seperti tulang belulang binatang dan sompil laut yang sudah membatu, pong-pongan (kuwuk), dan kul sejenis bekicot yang merayap di dinding.

Selain menyuguhkan panorama yang indah, Gua Putri Kencana juga memiliki cerita legenda yang beredar di masyarakat. Dikisahkan bahwa gua ini merupakan tempat pelarian dari seorang putri bernama Putri Kencana Wungu yang dipercaya berasal dari Kerajaan Majapahit. Dipercaya pula oleh sebagian masyarakat bahwa Gua Putri Kencana ini merupakan tempat pertapaan dari Raja Brawijaya V pada pada masa lampau.

Gua Putri Kencana memiliki ruang-ruang yang dibagi menjadi 7 bagian. Pertama adalah ruang tamu, ruang ini digunakan oleh sang putri untuk menerima tamu yang datang berkunjung. Kedua ruang kebudayaan, ruang ini digunakan untuk melakukan semedi yang berhubungan dengan hal mistik.

Ketiga ruang kepustakaan, yaitu ruangan yang digunakan oleh sang putri untuk bercengkerama dengan kerabat kerajaan. Keempat yaitu ruang jumenengan, adalah ruangan yang digunakan oleh sang putri untuk mendapat petunjuk dari Sang Khalik. Kelima adalah ruangan sarasehan, yaitu ruangan yang digunakan oleh Putri Kencana Wungu untuk membahas permasalahan kerajaan.

Keenam adalah ruangan panyuwunan, yaitu ruangan untuk melakukan ritual. Dan yang terakhir adalah ruang keluarga, ruangan ini digunakan oleh sang putri untuk melepas penat bersama keluarga kerajaan.


Foto: Ridwan