Berenang di Lautan Ubur-ubur Pulau Kakaban

Cuma ada 2 di dunia, danau air tawar dengan mahluk unik yang menghuninya, ubur-ubur. Warnanya cantik, berukuran sangat kecil hingga kepalan tangan orang dewasa, dan tidak menyengat!

Walaupun berada di tengah pulau, Danau Kakaban menyajikan pesona keindahan danau yang tiada tandigannya. Selain hamparan permukaan air yang berwarna kehijauan jernih, danau yang berada di Pulau Kakaban, Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ini menyimpan keunikan tersendiri. Pasalnya, Danau Kakaban terkenal dengan ekosistem danaunya yang cukup unik dengan anemon yang berwarna putih dan menjadi habitat ubur-ubur langka yang tidak beracun.


4 Jenis Ubur-Ubur
Konon, awalnya Danau Kakaban terbentuk sejak zaman peralihan holosin. Danau prasejarah ini dulunya berisikan air laut yang terjebak di tengah pulau Kakaban. Karena dikelilingi dinding karang terjal setinggi 50 meter, membuat air laut yang ada di dalamnya tidak bisa keluar dan menjadi danau. Selama 2 juta tahun lamanya air laut tersebut bercampur dengan air hujan dan air tanah.

Karena proses perubahan dan evolusi yang cukup lama, maka danau seluas sekitar 5 Km2 yang semula berisi air laut tersebut lama-kelamaan airnya menjadi lebih tawar dibandingkan air laut di sekitarnya (air payau). Hal ini membuat fauna laut di dalamnya pun ikut beradaptasi untuk dapat bertahan hidup, tak terkecuali dengan ubur-ubur. Dengan melakukan simbiosis mutualisme dengan algae, bentuk ubur-ubur di danau ini mengalami evolusi berperilaku dan tampilan fisik yang berbeda demi bisa bertahan hidup.

Selain Danau Kakaban, ada satu lagi danau air payau yang mengalami proses seperti ini, yakni Danau Ubur-ubur Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik. Namun, kalau Danau Kakaban memiliki 4 jenis ubur-ubur tak menyengat, Danau Palau hanya memiliki 2 jenis ubur-ubur. 

Ada empat jenis spesies ubur-ubur yang mendiami Danau Kakaban, diantaranya Ubur-ubur Emas (Mastigias cf papua, 1-20 cm), Ubur-ubur Bulan (Aurelia aurita, 5-50 cm), Ubur-ubur Terbalik (Cassiopea ornata, 15-20 cm), dan Ubur-ubur kotak (Tripedalia cystophora, 7-10 mm). Dari keempat jenis ubur-ubur tersebut, Ubur-ubur Terbaliklah yang paling unik.


Cantik dan Bersahabat
Berbeda dengan ubur-ubur di lautan lepas yang memiliki kemampuan menyengat, ubur-ubur di Danau Kakaban sangat bersahabat, tidak menyengat. Jadi, Sobat Pesona tidak perlu was-was dan takut berenang dan tersentuh ubur-ubur di Danau Kakaban. Karena populasi berbagai jenis ubur-ubur di danau ini cukup tinggi, maka tidak heran lagi jika danau ini juga dikenal dengan sebutan ‘Danau Ubur-Ubur’.

Satu hal yang harus diingat, meski populasinya sangat banyak, pengunjung mesti turut menjaga kelestarian Danau Ubur-Ubur ini. Kita mesti berenang dengan hati-hati. Pengunjung tak diijinkan melompat atau berenang dengan fin, karena bisa membahayakan ubur-ubur kecil di dalamnya. Ukuran ubur-ubur di danau ini beragam, dari sangat kecil hingga sebesar kepalan tangan orang dewasa. Tapi mudah terputus bagian tubuhnya karena hentakan perenang atau fin.


Perjalanan Menuju Danau
Untuk menuju ke Pulau Kakaban, dari Pulau Derawan bisa menggunakan perahu tradisional yang memakan waktu selama sekitar 3 jam. Namun perjalanan ini bisa dipangkas menjadi 1 jam jika kita menggunaan speedboat. Sesampainya di Pulau Kakaban, kita masih harus mendaki dan menuruni bukit atol kurang lebih selama 45 menit untuk bisa sampai ke Danau Kakaban.

Rute pendakian menuju danau Kakaban memang agak menanjak, tapi sudah tersedia tangga-tangga kayu di tengah naungan pepohonan. Selain menyajikan pemandangan hutan yang alami, bisa jadi, dalam perjalanan menuju danau, kita akan menemui binatang-binatang yang sedang berkeliaran seperti biawak, ular, semut besar bercapit, dan juga kelabang. Namun, rasa lelah dan rintangan tersebut akan terbayarkan lunas ketika Sobat Pesona sampai di Danau Kakaban.


Ngapain Aja Danau Kakaban?
Selain berenang bersama ubur-ubur, tentu kita juga bisa snorkeling untuk melihat panorama bawah laut di peraian Kepulauan Derawan. Bagi Sobat Pesona yang tidak bisa berenang, jangan khawatir. Sebab, saking jernihnya, pemandangan bawah laut danau ini masih bisa terlihat meski dari atas permukaan air. Waktu yang tepat untuk melihat keindahan danau ini adalah ketika sinar matahari mengenai danau, karena pada saat itu warna ubur-ubur akan terlihat indah berkerlap-kerlip terkena paparan sinar matahari.