Menuju Keindahan Alam di Sipirok

Perjalanan ke Sipirok mungkin bisa menjadi salah satu pilihan. Sipirok adalah sebuah kota kecil yang tersimpan di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kota Sipirok merupakan sebuah kota yang hidup di balik megahnya gunung Sibual-bual.

Sebagaimana yang telah diketahui banyak orang, Sipirok dijadikan sebagai ibukota dari wilayah Tapanuli Selatan. Kota kecil ini merupakan kota dengan sekitar 30 ribu jiwa hidup di dalamnya dan melakukan aktivitas sehari-hari. Para penduduk kota Sipirok hidup dan tersebar di 34 wilayah desa dan 6 wilayah kelurahan.

Kota kecil Sipirok biasanya bisa dijangkau lewat darat. Namun Sobat Pesona juga bisa mengunjungi kota Sipirok lewat jalur udara. Bandara dr Ferdinand Lumban Tobing bisa menjadi pilihan Sobat Pesona untuk mendarat di kawasan yang paling dekat dengan kota Sipirok.

Memang banyak orang belum mengetahui kota kecil bernama Sipirok ini. Terlebih lagi orang-orang yang berasal dari luar wilayah Tapanuli. Hal ini diperparah dengan perjalanan ke Sipirok belum mendapatkan akses transportasi yang memadai. Apabila pergi ke Sipirok dari kota Pekanbaru, kita harus menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 10 jam dengan kendaraan mobil.

Lalu menyusuri jalan utama menuju Sipirok, dengan beberapa kota dan kabupaten yang menghubungkan antara kota Pekanbaru dengan Sipirok. Perjalanan ke Sipirok memanglah jauh dan terkadang terasa susah karena memang jalur tersebut kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Alhasil, tempat-tempat wisata yang ada di Sipirok juga kurang bisa terekspos.

Namun belakangan ini, pemerintah diketahui telah melakukan berbagai perbaikan pada jalur-jalur yang menghubungkan beberapa daerah di tapanuli. Termasuk juga jalur perbatasan antara Tapanuli Utara dengan kota Sipirok. Hal ini tentu saja mempermudah akses perjalanan menuju ke Sipirok.

Terkadang jalan yang telah diperbaiki pun tidak tentu bisa awet dan menjadi jalur lintas yang memadai bagi kendaraan yang melintas. Hal ini dikarenakan ketika perbaikan, jalur yang belum sepenuhnya mengering telah dilewati oleh kendaraan khususnya yang beroda empat. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perbaikan akses jalan bagi kota Sipirok.


Foto: Jaka Thariq