Melihat Nelayan Tradisional Mencari Ikan di Bunaken

Keunikan lain dari profesi pencari ikan ini adalah alat yang digunakan. Mereka masih setia dengan perlengkapan tradisional. Seperti Pelang, Katinting, Funae, serta Londe.

Nelayan Bunaken merupakan salah satu cerita menarik yang wajib dikulik di Teluk Manado. Meski pantainya memiliki daya pikat yang luar biasa, agaknya profesi penangkap ikan ini kini tak mampu menjadi sandaran. Pasalnya ikan tangkapan tak sebanyak dulu.

Meski wilayah ini dikelilingi laut, tapi kehidupan penduduk tidak seratus persen mengandalkan laut, terutama bagi etnis Sangihe. Warga setempat akan bertani jika musim hujan tiba. Bahkan ada istilah unik dengan sebutan KKO, yakni “ka lao ka dara ore”, yang artinya ialah ke laut atau ke darat oke.

Pada awalnya penduduk di sekitar balai taman nasional laut ini terkenal dengan nelayan Bunaken. Namun, karena terbentur keadaan mereka memutuskan untuk beralih profesi. Salah satunya bercocok tanam, mereka biasa menanam buah, sayur serta tanaman lainnya.

Meski bercocok tanam saat musim hujan, tak lantas membuat mereka melupakan laut. Mereka akan tetap menangkap ikan pada musim kemarau. Terlebih di bulan Mei, Juni serta Juli.

Keunikan lain dari profesi pencari ikan ini adalah alat yang digunakan. Mereka masih setia dengan perlengkapan tradisional. Seperti Pelang, Katinting, Funae, serta Londe. Dulunya wilayah perairan ini memiliki potensi ikan yang sangat melimpah. Sayangnya, alat bernama "Buhati" ini masih sangat tradisional. Sehingga  tak mampu mendukung untuk menghasilkan tangkapan yang lebih optimal.

Banyak pula Nelayan Bunaken yang memanfaatkan perahu cadik serta Jala tradisional. Ada juga sebagian penduduk di pulau Nain adalah ahli dalam pertukangan. Bahkan mereka adalah ahli dalam membuat cenderamata dari kulit kerang. Sementara penduduk Suku Bajo menghabiskan sebagian besar waktunya di Daseng. Sebuah bagan perkampungan di atas air yang bertempat di Pulau Mantehage.

Nah, jangan lupa jika berkunjung ke Sulawesi, sempatkan mampir ke kota nelayan Bunaken, ya.


Foto: Jaka Thariq