Makna dan Filosofi Kegiatan di Surau Nagari

Dalam sebuah khasanah filosofi kebudayaan Minangkabau, maka surau memiliki peran yang sangat penting dalam struktur sosial masyarakat. Surau ini tidak hanya dianggap sebagai sebuah lembaga keagamaan.

Hanya ada beberapa surau saja yang masih berfungsi, itupun hanya sebagai tempat sholat berjamaah. Oleh karena itu, hal yang bisa kita lakukan yaitu mengembalikan lagi fungsi surau. Caranya dengan membudayakan lagi tradisi surau di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan di Surau Nagari.

Dalam sebuah khasanah filosofi kebudayaan Minangkabau, maka surau memiliki peran yang sangat penting dalam struktur sosial masyarakat. Surau ini tidak hanya dianggap sebagai sebuah lembaga keagamaan. Tetapi memiliki sebuah fungsi sebagai transformasi nilai-nilai budaya dan agama dalam masyarakat Minangkabau.

Sistem kegiatan pendidikan yang ada di surau ini mempunyai karakteristik. Setidaknya dari hal tersebut kegiatan di surau mengajarkan tiga bidang keilmuan, yaitu agama, adat dan silat. Setidaknya akan ada tiga hal yang bisa dikembangkan dari karakter surau ini.

Pertama, pendidikan ilmu agama. Pendidikan agama yang akan diajarkan di surau mulai pokok-pokok akidah, akhlak mulia serta penerapannya dalam kehidupan. Kemudian diikuti dengan pengajaran agama Islam yang mudah untuk dipahami kemudian diamalkan.

Dimulai dengan pendidikan Al-quran seperti halnya pengenalan huruf hijaiyah, tajwid, tafsir Al-quran dan seni membaca Al-quran. Bahkan di surau-surau tertentu telah diajarkan tasauf, mantik, syaraf dan yang lainnya.

Kedua yaitu pendidikan adat. Selain pembelajaran agama, kegiatan di surau Nagari ini juga belajar tentang adat istiadat. Berisi tentang akhlak bertutur, bertingkah laku, dan juga bersopan santun dalam masyarakat.

Dalam pembelajaran ini maka anak diajarkan tentang tata krama bertutur kata. Sehingga seorang anak di Minangkabau akan tahu adat berbicara dengan orang lain. Baik itu dengan orang yang sama besar atau kecil, berbicara dengan sumando atau yang lebih besar.

Adat budaya Minangkabau yang selalu berisi sopan santun dan budi - baso jo bahaso. Hal ini sebagai pelaksanaan pengajaran Islam dalam masyarakat yang sejalan dengan filosofi masyarakat Minang. Sebuah adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah yang dilakukan dengan strategi syara’ mangato adat mamakai. Maka di surau inilah tempat untuk mewariskan hal tersebut oleh mamak kepada anak kemenakannya.

Ketiga pembelajaran silat atau beladiri.  Kegiatan di surau yang lainnya, yaitu mengajarkan hal ini. Bukan hanya dalam aspek keagamaan, sebagai tempat mengaji saja. Tapi juga sebagai fungsi peralihan bagi seorang anak bujang lalok di surau.


Foto: Jaka Thariq