Sejarah Tambang Batubara di Balik Keindahan Teluk Bayur

Pada zaman dahulu, kota ini sangat berjaya hingga menjadi pusat industri batubara. Industri ini dirajai oleh perusahaan Steinkollen Matschappy Parapattan (SMP) yang berdiri sejak tahun 1912. Sejak saat itu, banyak pendatang yang masuk ke daerah Teluk Bayur.

Kawasan Teluk Bayur yang berada di Padang, Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah yang menyimpan berbagai pesona. Namun, ternyata kawasan ini juga memiliki sejarah yang cukup menarik.

Pasalnya, Teluk Bayur merupakan kawasan untuk melakukan kegiatan tambang batubara pada masa belanda (VOC). Hal ini dibuktikan dengan adanya rumah atau gedung bangunan tua, terowongan batubara, rel kereta pengangkut batubara, dan lapangan yang menjadi pusat kegiatan warga negara Belanda.

Di Desa Teluk Bayur termasuk ke dalam Kabupaten Berau ini memiliki beberapa peninggalan yang didapatkan dari zaman penjajahan Belanda. Pada abad ke-16, Belanda berhasil memasuki daerah Berau. Berdasarkan keterangan sejarah, mereka menduduki wilayah yang berjarak sekitar 10 kilometer menuju Tanjung Redeb (ibukota Kabupaten Berau) ke Teluk Bayur.

Pada zaman dahulu, kota ini sangat berjaya hingga menjadi pusat industri batubara. Industri ini dirajai oleh perusahaan Steinkollen Matschappy Parapattan (SMP) yang berdiri sejak tahun 1912. Sejak saat itu, banyak pendatang yang masuk ke daerah Teluk Bayur.

Tahun 1930 merupakan puncak masa kejayaan dengan ditandai terciptanya sebuah kota modern yang memiliki fasilitas memadai. Bukan hanya itu saja, namun sarana transportasi juga semakin berkembang dalam bentuk kereta api untuk mengangkut para petinggi di Eropa yang tinggal di daerah bagian Timur serta mengangkut barang yang dibutuhkan dari tambang batubara.

Kala itu, Teluk Bayur bagaikan sebuah kota maju yang memiliki gedung bioskop, dilengkapi dengan taman kota, dan rumah-rumah judi. Namun, sayangnya pada tahun 1954 orang Eropa berangsur meninggalkan kota Teluk Bayur seiring dengan ditutupnya perusahaan SMP, sehingga yang tersisa hanyalah kejayaan kota yang sudah berlalu.

Hal ini menyebabkan adanya beberapa bangunan tua yang masih berdiri kokoh di Teluk Bayur, seakan menjadi pembuktian bahwa tempat ini pernah dikuasai oleh Belanda. Contohnya, bangunan tua yang menghadap sungai tepat di belakang SD 003 Teluk Bayur seakan menjadi saksi bisu akan masa kejayaan Teluk Bayur yang pernah menjadi kota tambang.

Bukan hanya batubaranya saja, Teluk Bayur juga menyimpan potensi wisata yang tidak kalah menarik. Hal ini didukung oleh keberadaan pelabuhan yang cukup terkenal. Sehingga rasanya kota ini wajib untuk dikunjungi, khususnya oleh masyarakat Indonesia sendiri agar dapat mempelajari sejarahnya secara langsung.

Keindahan alam pada kawasan Teluk Bayur seperti Taman Hutan Wisata Sei Tangap pun tidak kalah fenomenal. Adapun, awal mula pembangunan pelabuhan Teluk Bayur yang megah ini juga dibangun sejak tahun 1988 pada zaman pemerintahan Belanda, dengan nama Emma Haven dengan Ir. J.P.Y Zerman sebagai arsiteknya.

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai Teluk Bayur dan sejarahnya. Sebagai generasi penerus Indonesia, jangan sampai kita lupa akan sejarah yang sudah dilewati oleh para pahlawan Indonesia zaman dahulu.


Foto: Jaka Thariq