Fakta Menarik di Balik Nama Air Terjun Grojogan Sewu

Air Terjun Grojogan Sewu adalah salah satu air terjun yang berada di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Tawangmangu.

Air Terjun Grojogan Sewu terletak di lereng kaki Gunung Lawu. Air terjun ini merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu. Air Terjun Grojogan Sewu apabila diukur dari dasar tanah memiliki ketinggian sekitar 81 meter.

Secara etimologi Grojogan Sewu diambil dari bahasa Jawa. Grojogan yang berarti air terjun dan sewu berarti seribu. Sehingga Grojogan Sewu bisa diartikan sebagai Air Terjun Seribu. Ada beberapa alasan kenapa nama Grojogan Sewu disematkan pada air terjun ini.

Pertama adalah orang zaman dahulu belum mengenal ukuran meter, maka untuk menghitung menggunakan perkiraan ukuran telapak kaki orang dewasa. Dan air terjun ini memiliki ketinggian yang setara dengan 1.000 telapak kaki orang dewasa.

Kedua adalah banyaknya anak tangga yang harus ditempuh untuk bisa sampai pada air terjun ini, dan dikabarkan bahwa terdapat sekitar 1.250 anak tangga yang harus dilalui oleh pengunjung. Karena banyaknya anak tangga tersebut, maka air terjun ini dinamai sebagai Grojogan Sewu.

Keindahan alam dari Grojogan Sewu ini ternyata sudah terdengar sejak zaman Belanda dulu. Konon, para meneer dan noni Belanda sering berwisata di Grojogan Sewu ini. Pemandangan alamnya yang hijau dan indah mampu menarik semua orang untuk datang berkunjung.

Kealamian dari Grojogan Sewu dibuktikan dengan banyaknya kera yang hidup bebas di sekitar kawasan Grojogan Sewu. Saat kita mulai memasuki kawasan dan menuruni tangga menuju Grojogan Sewu, kita akan disambut oleh para kera yang menanti untuk diberi makan. Karena kera hidup secara liar, maka kita perlu berhati-hati terhadap barang bawaan yang kita bawa, jangan sampai diambil paksa oleh para kera dan dibawa ke sarangnya.


Foto: Ridwan