Candi Sukuh Mirip Situs Peradaban Kuno Meksiko

Candi Sukuh ini pertama kali ditemukan oleh seorang bernama Johnson pada era pemerintahan Britania Raya pada tahun 1815.

Indonesia yang memiliki banyak budaya menjadikannya sebagai negara multi etnis terbesar di dunia. Dalam sejarah dibenarkan pula bahwa Indonesia pernah diwarnai oleh kehadiran kerajaan-kerajaan bercorak hindu dan budha.

Hingga sekarang bukti peninggalan kerajaan hindu dan budha masih bisa kita lihat saat ini. Seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang menjadi kebanggan Indonesia, dan telah terdaftar sebagai warisan budaya UNESCO.

Indonesia memiliki banyak sekali peninggalan candi yang masih utuh hingga kini, di antara semua candi, ada satu yang paling unik dan menjadi hingga kini. Candi tersebut bernama Candi Sukuh atau Candi Saru.

Candi Sukuh merupakan sebuah kompleks candi yang bercorak hindu yang berlokasi di kabupaten Karanganyar. Candi Sukuh ini pertama kali ditemukan oleh seorang bernama Johnson pada era pemerintahan Britania Raya pada tahun 1815.

Candi Sukuh ini juga memiliki julukan lainnya yaitu Candi Saru. Dikatakan demikian karena candi ini memiliki relief dan arca yang terkesan vulgar. Dan “saru” dalam bahasa Jawa berarti “jorok” atau “seronok”.

Pada kompleks candi ini kita bisa menemukan sebuah patung yang menggambarkan secara jelas alat kelaminnya, juga relief-relief yang menceritakan hubungan persenggamaan.

Tak hanya unik dari segi cerita yang diceritakan dalam relief pada Candi. Candi Sukuh juga memiliki keunikan lainnya, yaitu bentuknya yang tak lazim dari kebanyakan candi yang ada di Jawa Tengah. Sangat berbeda dengan Candi Borobudur atau Candi Prambanan, Candi Sukuh ini bahkan cenderung mirip dengan situs candi milik peradaban suku Maya kuno yang ada di Meksiko.

Keunikan lainnya yang hadir di Candi Sukuh ini adalah bahwa candi ini dibangun tidak menghadap ke arah terbitnya matahari, melainkan ke arah barat. Dari segi arsitektur pun tak seperti candi besar lainnya di tanah Jawa yang menyimbolkan Gunung Semeru, melainkan memiliki puncak piramida yang terpotong.

Selain itu terdapatnya teras bertingkat dengan satu anak tangga yang berada di tengah, serta sejumlah monolit dan patung besar yang mengelilinginya.

Tak perlu merogoh kocek dalam untuk bisa menikmati keunikan dari Candi Sukuh. Kita cukup membayar tiket masuk seharga Rp7.000 per orang. Secara administratif, Candi Sukuh berlokasi di Desa Tambak, Berjo, Kec. Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.


Foto: Ridwan