Molimbu, Tradisi Makan Bersam Ala Orang Poso

Tradisi Molimbu kerap kali dilaksanakan ketika masyarakat Poso mengadakan pertemuan ataupun perayaan di balai desa ataupun tempat berkumpul mereka. Seperti pertemuan penting antar masyarakat, syukuran hasil panen, ataupun ulang tahun desa. Setiap keluarga membawa menu makanan masing-masing dari rumah mereka, dikumpulkan dalam satu meja, lalu disantap bersama-sama oleh siapa saja yang hadir.

“Mari Pak, Mangkoni!”

Sepenggal kata ini keluar dari bibir berhiaskan senyum manis seorang ibu yang mempersilakan Sobat Pesona menyantap makanan yang mereka siapkan ketika menjamu tamu di Poso. Kata “Mangkoni” merupakan bahasa daerah Suku Pamona yang berarti ajakan untuk bersantap.

Di meja panjang yang berukuran kurang lebih 3 x 1 meter tersaji makanan dan minuman  untuk santapan makan malam para tamu yang hadir dalam agenda acara Molimbu pada Festival Mosintuwu yang dihelat dalam rangka syukuran panen beberapa desa di wilayah Kabupaten Poso.

Molimbu sendiri merupakan tradisi santap bersama yang masih dipegang erat oleh beberapa desa di wilayah seputuran Danau Poso, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Ketika acara Molimbu dihelat, setiap keluarga akan membawa menu makanan masing-masing dari rumah mereka dan dikumpulkan dalam satu meja hidangan untuk disantap bersama-sama oleh siapa saja yang hadir.


Tradisi Istimewa yang Hampir Punah
Dahulu kala setiap menu yang dibawa oleh setiap rumah tangga akan disajikan beralaskan daun pisang atau daun sejenisnya yang digunakan sebagai pembungkus makanan. Begitu pula dengan menu makanan yang disajikan, terdapat beberapa kuliner khas yang menggugah selera untuk menyantapnya. Mulai dari olahan sayuran hingga santapan daging dengan bumbu khas yang diambil dari kebun mereka.

Tradisi Molimbu ini kerap kali dilaksanakan ketika masyarakat desa mengadakan pertemuan ataupun perayaan di balai desa ataupun tempat berkumpul mereka. Sebut saja seperti pertemuan penting antar masyarakat, syukuran hasil panen, ataupun ulang tahun desa mereka.

Sayangnya tradisi ini hampir tergerus seiring perkembangan zaman. Menurut salah satu pemerhati budaya dan aktivis perempuan Lian Gogali, tradisi Molimbu hanya dipraktekkan di beberapa kampung atau desa di seputaran Danau Poso saja. Hal inilah yang membuat dia dan kawan-kawan memasukan agenda Molimbu ini dalam perhelatan Festival Mosintuwu setiap tahunnya. Tujuannya, agar budaya Molimbu tetap lestari dan dikenal oleh generasi penerus.


Cita Rasa Khas Poso, Suguhan Saguer
Di sudut meja makan nampak seorang ibu sibuk menuangkan cairan putih ke dalam wadah yang terbuat dari bambu. “Jangan terlalu banyak pak, nanti mabuk,” tegur seorang ibu untuk tamu yang mengambil salah satu bambu yang dijejer rapi di hadapannya. Sembari meminumnya ibu itu menjelaskan, “Ini namanya saguer, minuman khas orang Poso.”

Seperti apa rasanya? Saguer memiliki cita rasa pahit dan sedikit asam. Ketika diteguk akan berasa seperti ada gas khas minuman bersoda. Saguer merupakan jenis tuak yang dihasilkan dari fermentasi sari buah pohon enau. Jelas konsekuensinya, jika Sobat Pesona meminum tuak terlalu berlebihan, akan membuat mabuk.

Minuman khas masyarakat Poso ini memang tidak menjadi menu wajib ketika Molimbu diadakan. Tetapi saguer secara turun temurun menjadi minuman khas daerah Poso, dan tidak bisa pisahkan dari adat dan tradisi nenek moyang mereka.


Foto: Josua Marunduh