Gua Tangkaboba, Saksi Bisu Nenek Moyang Suku Pamona Poso

Poso, sesungguhnya adalah salah satu kabupaten tertua di wilayah Sulawesi Tengah. Kota ini menyimpan khasanah budaya serta pesona alam yang menakjubkan, salah satunya tersembunyi di Gua Tangkaboba. Di dalam gua beberapa sebaran benda arkeologis dalam peti yang dibuat dari batang pohon utuh dan kerangka manusia yang diyakini merupakan tulang belulang leluhur Suku Pamona.

Di Poso ada satu etnis suku yang mendiami hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Poso disamping beberapa etnis dan sub etnis lainnya, Suku Pamona. Suku ini merupakan salah satu suku asli di Kabupaten Poso. Suku Pamona masih menjaga banyak adat serta peninggalan sejarah terkait sejarah panjangnya. Salah satunya adalah Cagar Budaya bernama Gua Tangkaboba yang persisnya terletak wilayah kelurahan Sangele, Kecamatan Pamona Pusulemba, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.


Cagar Budaya Tangkaboba
Gua Tangkaboba bisa dicapai dengan berkendara selama kurang lebih 90 menit dari Kota Poso. Sobat Pesona akan tiba di salah satu danau tektonik terbesar di Indonesia, yaitu Danau Poso. Tepat di tepian danau Poso di sebelah barat, kita akan menemui salah satu kawasan cagar budaya bernama Gua Tangkaboba atau yang dikenal masyarakat setempat dengan nama Gua Latea.

Semenjak ditetapkan menjadi Kawasan Cagar Budaya, Gua Tangkaboba atau Gua Latea ini menjadi salah satu tujuan wisata  pelengkap ketika wisatawan berkunjung untuk menikmati pesona Danau Poso yang tersohor itu. Tepian dinding gua yang terbentuk dari sedimen granit di Gua Tangkaboba menjadi salah satu saksi sejarah tentang suku Pamona yang merupakan salah satu suku tertua yang mendiami dataran di seputaran Danau Poso.

Di dalam Gua Tangkaboba terdapat beberapa sebaran benda arkeologis berupa peti yang dibuat dari batang pohon utuh yang dikenal dengan pohon Yumu. Selain itu di seputaran Gua Tangkaboba ini bisa dapati kerangka tengkorak manusia yang diyakini masyarakat poso etnis Pamona merupakan tulang belulang dari leluhur mereka.

Konon pada zaman dahulu kala, nenek moyang Suku Pamona mendiami wilayah perbukitan yang mereka kenal dengan nama Bukit Wawelembo. Ketika salah satu dari keluarga mereka meninggal dunia, Gua Tangkaboba ini yang menjadi tempat mereka menaruh jenazah. Memang hampir tak disangsikan ada kemiripan tradisi nenek moyang Suku Pamona dan Suku Toraja terkait tata cara penguburan dan cara mereka memperlakukan jenazah anggota keluarga mereka.

Dalam sehari cukup banyak wisatawan yang datang berkunjung ke gua ini untuk sekedar berfoto bahkan mendalami secara serius cerita-cerita dan sejarah panjang Gua Tangkaboba dan Suku Pamona. Di samping aksesnya yang terbilang sangat mudah untuk dikunjungi, Gua Tangkabuba juga terletak di tepian danau Poso, sangat strategis untuk dijadikan wisata budaya dan sejarah ketika berkunjung ke Kabupaten Poso.

Kabupaten Poso sendiri merupakan destinasi ketika Sobat Pesona melakukan perjalanan baik dari dan menuju ke Tana Toraja atau Kepulauan Togean. Menyusuri jalur darat yang menyuguhkan keindahan alam dan budaya Pulau Sulawesi merupakan alternatif perjalanan yang pasti mengesankan. Yuk, berangkat!


Foto: Isra Labudi