Bedakan Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman

Kesultanan Cirebon yang menjadi cikal bakal kota Cirebon mewariskan sejumlah keraton. Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman adalah dua di antaranya.

Jalan-jalan ke Cirebon, Jawa Barat belum lengkap jika tidak menyambangi keraton yang ada di sana. Ya, kota di pesisir pantai utara Jawa ini memiliki sejumlah keraton peninggalan Kesultanan Cirebon, seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan yang sangat bersejarah.

Meskipun letaknya tidak jauh antara satu sama lain, tetapi kedua keraton ini memiliki perbedaan yang cukup besar. Untuk mengetahui perbedaan antara dua keraton ini, mari kita bahas satu per satu dari sisi sejarahnya.


Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan merupakan bangunan tertua dan terluas dibanding keraton lainnya. Keraton Kasepuhan dibangun pada 1430 Masehi dan berdiri di atas lahan seluas 25 hektare. Letak Keraton Kasepuhan tepat berada di belakang alun-alun Kota Cirebon.

Ketika memasuki wilayah Kasepuhan, kita akan disambut dengan bentar atau bangunan bergaya candi yang terbuat dari bata merah. Bangunan ini disebut Siti Hinggil.

Bangunan ini juga dianggap sebagai peninggalan dari Pangeran Cakrabuana, putra dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi. Pangeran Cakrabuana adalah putera mahkota dari Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Namun karena Pangeran Cakrabuana menganut agama Islam, berbeda dengan orang tuanya yang menganut agama Sunda Wiwitan, ia tidak mendapatkan hak sebagai putera mahkota.

Oleh karena itu, Pangeran Cakrabuana lalu pergi ke daerah utara dan membangun Kuta Kosod atau susunan tembok bata merah tanpa jeda. Ia pun lalu memerintah anak buah yang mengikuti langkahnya untuk membangun Kesultanan Cirebon.


Keraton Kanoman
Pada tahun 1588, Sultan Baharuddin memisahkan diri dari Keraton Pungkawati karena berbeda pendapat atas siapa yang seharusnya memimpin Kesultanan Cirebon. Ia lantas membangun istana sendiri yang menjadi cikal bakal Keraton Kanoman.

Keraton ini memiliki arsitektur yang unik. Jika bangunan jaman dahulu didominasi oleh bata merah, keraton Kanoman didominasi oleh warna putih. Satu hal yang membuatnya lebih unik dan menarik lagi, terdapat tempelan piring-piring kecil yang masing masing berbeda motif. Konon piring-piring ini adalah warisan dari masa Tionghoa.

Keraton Kanoman dibangun pada tahun 1678 M, dan masih menjadi salah satu bagian dari Kesultanan Cirebon. Keraton Kanoman ini dibangun oleh Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya yang kala itu bergelar sebagai Sultan Anom I.

Nah, jika Sobat Pesona berencana untuk berlibur ke Cirebon, jangan hanya menyantap Empal Gentong atau nasi lengko saja, tapi juga berkunjung ke Keraton Kasepuhan dan Kanoman yang sangat bersejarah.