Berpetualang di Gua Togi Ndrawa Nias

Berjalan perlahan memasuki lebih dalam gua Tögi Ndrawa, cahaya seakan bersembunyi di balik batu membentuk siluet cantik. Ini merupakan salah satu gua yang terbentuk dari endapan kapur yang berlangsung selama ribuan tahun. Sesekali dari atas ada tetesan air yang menandakan bahwa gua ini masih aktif membentuk stalagtit dan stalagmit.

Nias menyimpan sejuta keindahan alamnya mulai dari pantai putih dengan gulungan ombak besar yang diburu surfer dunia, hingga gua bernama Tögi Ndrawa yang meninggalkan jejak sejarah di dalamnya. Penasaran? Yuk, cari tahu dimana ia berada. Pesona Travel menemukan petunjuk pertamanya dari selebaran kertas petunjuk wisata yang didapat dari seorang teman di Gunungsitoli.

Gua Togi Ndrawa terletak di atas Desa Lelewönu Niko’otanö, Kecamatan Gunungsitoli. Rupanya jarak tempuhnya cukup singkat, hanya 3 kilometer dari pusat Kota Gunungsotoli atau jika berangkat dari Bandara Binaka hanya memakan waktu sekitar 45 menit saja.


Masih Aktif Membentuk Stalagtit dan Stalagmit
Begitu sampai di Gua Togi Ndrawa, penduduk lokal biasanya langsung menyambut dengan ramah. Warga setempat biasa menjadi pemandu untuk pengunjung gua Tögi Ndrawa. Perjalanan menuju gua diawali dengan menuruni anak tangga yang sudah dibuat rapi dengan pegangan tangan besi cukup kokoh. Jarak masuk hingga bibir gua kurang lebih hanya 400 meter ke bawah.

Semakin dalam menuruni anak tangga, keindahan stalakatit dan stalagmit gua perlahan mulai terlihat. Tak sampai 400 meter ke bawah, ada gua kecil yang didalamnya terdapat batu bersuara alam merdu seperti alat musik pukul. Masuk kedalam gua kecil ini harus berhati-hati, pijakannya lumayan licin karena aliran rintik hujan yang mengaliri gua.

Gua Tögi Ndrawa memiliki 5 buah gua dengan 1 gua utama yang dapat kita jelajahi sampai ke dalam perutnya. Menjelajah gua ini pun cukup mudah, Sobat Pesona tak perlu bersusah payah dan tak perlu berbasah-basah. Fasilitasnya cukup lumayan komplit, katanya sih tahun 2020 nanti ada pemasukan dari pemerintah kota untuk lebih mempercantik lagi fasilitas gua.

Sesampainya di bibir gua, stalagtit dan stalagmit cantik mulai terlihat jelas di sana. Berjalan perlahan memasuki lebih dalam gua Tögi Ndrawa, cahaya sekaan bersembunyi di balik batu membentuk siluat cantik. Ini merupakan salah satu gua yang terbentuk dari endapan kapur yang berlangsung selama ribuan tahun. Sesekali dari atas ada tetesan air yang menandakan bahwa gua ini masih aktif membentuk stalagtit dan stalagmit.

Penghujung gua, Tögi Ndrawa masih menyisakan keindahannya. Di sini penduduk setempat sudah membangun tangga spiral dari besi dengan ketinggian lebih dari 5 meter. Sebelum mengakiri perjalanan, coba nikmati keindahan dari bawah, tangga spiral menembus lubang jalan keluar gua. Luar biasa...


Foto: Ardhi Wijaya