Rumah Singgah Tuan Kadi, Keunikan Rumah Asli Melayu

Tuan Kadi, gelar kehormatan yang diberikan oleh Sultan Syarif Kasim, untuk penasihat hukum Islam dan munakahat untuk urusan pernikahan. Jabatan penting dalam sistem kerajaan Melayu Islam. Salah satu rumah adat Melayu yang masih bertahan adalah Rumah Singgah Tuan Kadi, di pinggiran Sungai Siak, Kampung Bandar, Pekanbaru.

Sebagai masyarakat yang berkembang di sekitar pantai atau sungai, rumah-rumah orang Melayu umumnya berbentuk rumah panggung. Salah satu yang masih bertahan adalah Rumah Singgah Tuan Kadi yang ada di pinggiran sungai Siak, Kampung Bandar, Pekanbaru.

Menurut Andre, dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Pekanbaru, yang bertugas di Rumah Tuan Kandi, "Ini adalah salah satu bentuk asli rumah Melayu Riau yang masih bertahan. Ada beberapa bagian yang memang sudah diganti karena kayunya sudah lapuk. Tapi, tidak sampai mengubah bentuk aslinya."

Tuan Kadi, gelar kehormatan yang diberikan oleh Sultan Syarif Kasim, untuk penasihat hukum Islam dan munakahat untuk urusan pernikahan. Jabatan untuk tokoh yang memiliki pemahaman agama yang tinggi atau penghulu. Jabatan penting dalam sistem kerajaan Melayu Islam.

Rumah Singgah Tuan Kadi buka setiap Hari untuk umum. Pengunjung bisa masuk ke dalamnya. Tempat ini sudah dimiliki pemerintah kota. Isinya kebanyakan properti untuk pentas budaya. Bukan perlengkapan tradisional keseharian masyarakat Melayu Riau. Ada gasing kayu, alat permainan tradisional, yang dipajang di salah satu sudut dindingnya.

Yang menarik dari rumah lama yang dibangun oleh Haji Nurdin Putih, mertua Tuan Kadi, tahun 1895 ini, penataan ruangnya. Paling unik di bagian lotengnya. "Ruangan di bagian loteng, yang ada di atas rumah kuno Melayu, dulumya dipakai untuk memingit gadis sebelum menjalani ritual pernikahan,” kata Andre pada Pesona Travel.


Foto: Sri Sadono