Rumah Tenun di Kampung Bandar, Pusat Cinderamata Pekanbaru

Rumah kayu dua lantai bercat coklat dan kuning milik keluarga Haji Yahya yang dibangun pada 1887. Dulu, lalu lintas utama di Pekanbaru mengandalkan sungai. Karena itu, Rumah Tenun menghadap ke sungai Siak, membelakangi jalan Perdagangan yang sekarang jadi jalan akses utamanya.

Di Kampung Bandar, Pekanbaru, hampir semua orang tahu di mana Rumah Tenun. Jadi, tidak susah-susah amat menemukan tempatnya. Bahkan, tempatnya tidak jauh dari Rumah Singgah Tuan Kadi yang ada di bawah Jembatan Siak 3. Keduanya adalah ikon kota Pekanbaru, sama-sama di Jalan Perdagangan.

Rumah Tenun, rumah kayu dua lantai bercat coklat dan kuning milik keluarga Haji Yahya tersebut amat mudah dikenali. Lebih menonjol dibanding rumah-rumah di sekitarnya. Untuk rumah yang dibangun pada 1887, bangunannya besar dan megah. Tapi, letaknya sedikit masuk ke dalam dari Jalan Perdagangan. Di pinggiran sungai Siak.

Dulu, lalu lintas utama di Pekanbaru  mengandalkan sungai. Karena itu, Rumah Tenun tersebut juga menghadap ke sungai Siak, membelakangi jalan Perdagangan yang sekarang jadi jalan akses utamanya.

Salah satu pengelola Rumah Tenun kini adalah Rukhaya, salah satu keturunan dari Haji Yahya, yang sudah duabelas tahun menjadi pengrajin tenun Siak. Tempat ini terbuka untuk pengunjung. Kalau ada yang ingin belanja oleh-oleh khas Pekabaru hingga melihat seperti apa pembuatan tenun Siak, Rukhaya dengan senang hati akan memperlihatkan caranya.

Di Rumah Tenun, ada empat alat tenun bukan mesin untuk memperagakannya. Menurut Rukhaya, tenun Siak memiliki beragam motif. Yang paling sederhana adalah motif bunga tabur-tabur. Namun, yang paling khas dari tenun Siak adalah motif pucuk rebung.

Bagi orang Siak, pucuk rebung dipercaya memiliki nilai filosofi tinggi. Pucuk rebung dianggap menggambarkan perjalanan hidup untuk menjadi manusia yang bermanfaat dari muda hingga tua. Namun, kalau ada yang menginginkan motif khusus, pengrajin dari Rumah Tenun juga bisa. Untuk satu lembar kain tenun Siak perlu waktu 1-2 minggu untuk membuatnya. Tergantung seberapa rumit motif yang diinginkannya.


Foto: Sri Sadono