Lima Andalan Kalimantan Timur

Ada banyak tujuan wisata yang bisa dikunjungi di Kalimantan Timur. Apa saja yang menjadi land marknya?

Keindahan Kalimantan Timur memang tidak ada duanya. Salah satu provinsi terluas di Indonesia ini memiliki banyak tujuan wisata yang dijadikan sebagai landmark provinsi ini. Mulai dari gedung bersejarah hingga wisata alam yang keindahannya mampu menarik perhatian wisatawan dunia.

Jika Sobat Pesona berniat untuk menghabiskan liburan panjang di Kalimantan Timur, berikut ini tujuan wisata yang bisa dikunjungi.


Batu Dinding
Tujuan pertama adalah Batu Dinding. Tempat ini  merupakan gugusan batu kapur mengitari Sungai Mahakam Ulu. Panjang 800 meter dengan ketinggian 100 hingga 200 meter, membuat tempat ini menjadi spot indah untuk menikmati matahari terbenam. Alam perawan seperti hutan lebat dan panorama khas pegunungan, menunggu Sobat Pesona yang berencana datang ke tempat ini. Sobat Pesona harus berangkat dari Balikpapan dan terus mengitari jalan raya menuju ke Samarinda.


Gua Losan
Gua satu ini berada di jalur Kalimantan Timur dan Selatan, tepatnya di Kecamatan Muara Komam. Gua Losan menyimpan berbagai jenis bebatuan yang nilainya sangat fantastis. Karena itulah, untuk masuk ke gua ini, Sobat Pesona harus didampingi oleh satu pemandu wisata agar memastikan Sobat Pesona tidak mengambil batu dari dalam gua. Untuk masuk ke gua ini cukup murah, cukup mengeluarkan uang Rp 5.000 per orang.


Jantur Inar
Merupakan air terjun dengan ketinggian 30 meter. Sobat Pesona bisa menemukan air terjun ini di Kabupaten Kutai Barat. Konon katanya, mereka yang berwisata ke sini bisa melihat pelangi yang keluar dari sela-sela air terjun ini. Aksesnya cukup mudah, dengan menaiki kendaraan roda empat dari Kota Sendawar.


Sungai Mahakam
Sungai Mahakam merupakan sungai terbesar yang ada di Kalimantan Timur. Sungai yang memiliki panjang 920 kilometer ini membelah tiga kota di Kalimantan Timur, dan menjadi ikon Samarinda yang sangat khas. Hingga saat ini, Sungai Mahakam masih dijadikan akses transportasi air, sehingga seringkali terlihat kapal yang hilir mudik di sungai ini.

Di perairannya juga terdapat jasa kapal wisata yang mengajak turis berkeliling. Waktu paling tepat untuk berkeliling sungai adalah sore hari. Di mana biasanya banyak jajanan sehingga kita bisa sekaligus menikmati kuliner khas Samarinda.


Desa Pampang
Desa Pampang adalah salah satu desa budaya di Samarinda yang dihuni oleh Suku Dayak Kenyah. Desa ini sering dikunjungi oleh para pelancong karena mempunyai keunikan tersendiri. Setiap hari Minggu dari pukul 13:00-15:00 waktu Indonesia tengah, tempat ini rutin mengadakan pentas seni di lamin atau balai pertemuan desa. Gedung ini terlihat unik dihiasi ukiran khas Suku dayak. Menariknya, pada saat pentas seni berjalan, seluruh warga desa akan mengenakan pakaian adat.


Foto: Anjas Lebon