Menjelajahi Perairan Bangsring, yang Bangkit dari ‘Mati’

Dulu pantai ini jadi langganan bom dan racun ikan dari nelayan. Kini, menjadi destinasi bawah air yang memikat. Ikan dan karang tumbuh subur, berkah dari kesadaran para nelayan itu juga.

Awalnya kawasan pantai Bangsring di desa Bangsring, kecamatan Wongsorejo ini jadi langganan nelayan mencari ikan dengan bom ikan dan potasium. Tapi kini pantai Bangsring menjadi destinasi wisata alam yang menyedot wisatawan domestik dan mancanegara. Keindahan wisata alam bawah laut Pantai Bangsring kini menjadi daya tarik utama destinasi wisata berbasis konservasi. Terumbu karangnya, baik yang tumbuh alami maupun buatan, berkembang dengan sangat baik di kawasan Pantai Bangsring.

Ini berkat kesadaran yang muncul setelah nelayan merasakan semakin susah mencari ikan di perairan ini. Mereka pun berbuat sesuatu agar kehidupan keluarganya bisa tetap bertahan.  Nelayan Bangsring mulai melakukan upaya konservasi sejak 2008, dan baru pada  tahun 2013 upaya itu membuahkan hasil. Terumbu karang alami dan buatan yang ditanam dan dijaga tumbuh bagus. Ikan-ikan hias dan ikan konsumsi pun muncul di kawasan tersebut.

Pada 2014, sekelompok aktivis lingkungan dan akademisi melontarkan ide untuk membuka kawasan konservasi tersebut menjadi tempat wisata. Awalnya kelompok nelayan Bangsring menolak hal tersebut. Karena dikhawatirkan akan merusakan terumbu karang dan ekosistem yang sudah tumbuh itu.

Namun setelah adanya konsep eco tourisme, nelayan akhirnya mau membuka kawasan konservasi itu menjadi destinasi wisata berbasis konservasi. Nelayan yang tadinya merusak dan mengebom ikan kini berubah menjadi penjaga dari kawasan konservasi ini karena mereka sudah menikmati manfaatnya.

Tingkat ekonomi mereka kini jauh lebih baik dari saat mengebom ikan. Tahun 2017 perjuangan kelompok Nelayan Samudra Bakti, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi ini berbuah hasil dengan memperoleh penghargaan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.


Snorkeling dan Diving Dengan Bijak
Keindahan bawah laut Bangsring, tidak kalah dengan Nusa Lembongan di Bali. Kita bisa bercanda dan berfoto bersama ikan karang seperti nemo dan juga ikan-ikan kecil lainnya. Bagi wisatawan, aktifitas yang bisa dilakukan di sini diantaranya diving, snorkeling, atau hanya sekedar memberi makan dan bermain dengan ikan-ikan hias yang ada di sana.

Para wisatawan akan diantar dan dipandu oleh nelayan setempat sampai ke keramba apung di tengah perairan dan kemudian bisa menceburkan diri di laut melakukan aktifitas diving maupun snorkeling. Bagi yang tidak memiliki alat selam jangan khawatir. Di sini disewakan semua alat baik diving maupun snorkeling dengan harga sewa  500 ribu untuk diving dan 30 ribu untuk snorkeling.

Ketika snorkeling dan menyelam kita akan dipandu oleh para pemandu yang terlatih dan berpengalaman. Mereka akan menginformasikan apabila arus sedang kuat untuk sebaiknya tidak melakukan penyelaman. Mereka juga yang akan mengingatkan pengunjung untuk turut menjaga alam perairan Bangsring.

Nelayan-nelayan ini akan mengajak kita berpetulang dengan arif. Menikmati dan menjaga keindahan alamnya. Tidak nyampah, hati-hati bergerak dan tidak menyentuh terumbu-terumbu karang karena akan mengganggu pertumbuhannya.

Foto : Rismiyanto & Dok. Pemkab Banyuwangi