Kerinci Highland, Eksotiknya Sumatera di Atas Awan

Kerinci Valley begitulah yang tertuliskan dalam banyak buku panduan wisata di Eropa dan mancanegara. Begitu kondang, melebihi provinsinya sendiri, Jambi.

Kawasan dataran tinggi Kerinci merupakan penyuplai wisatawan tertinggi di provinsi Jambi. Keberadaan gunung api tertinggi di Asia Tenggara, Gunung Kerinci,  makin memberi magnet bagi para pengunjung Kerinci Highland.

Jarak yang jauh yang dulu menjadi kendala besar untuk mengunjungi Kerinci Highland kini sirna dengan hadirnya bandara Depati Parbo yang dapat didarati pesawat ATR. Maskapai nasional juga tercatat telah melayani rute Jambi – Kerinci. Dari bandara Sulthan Thaha bisa dicapai dalam waktu 25 menit, semakin menjadikan Kerinci primadona wisata Jambi.


Dataran Tinggi Terpopuler
Selama dua tahun berturut-turut, Anugrah Pariwisata Indonesia memberikan Kerinci Highland gelar Dataran Tinggi Terpopuler 2016 & 2017, tepatnya untuk kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat dengan Gunung Kerinci, 3.805 meter Makin lengkap dengan adanya Bukit Kayangan di Kota Sungai Penuh.

Kerinci Highland merupakan kawasan yang menyuguhkan petualangan tiada habis. Tak hanya potensi alam dan pemandangan, fasilitasny pun memadai. Ketersediaan hotel, home stay menawarkan pengalaman istimewa bagi para pengunujung. Dari home stay murah meriah dengan konsep menjual tempat tidur berjamaah sampai fasilitas hotel mewah di kawasan Kersik Tuo, di kaki gunung Kerinci. Ini membuat pintu masuk pendakian gunung Kerinci ini menjadi kaki gunung termewah di Nusantara.

Operator wisata di kawasan Kerinci Highland kini juga makin kreatif menyediakan berbagai pilihan paket wisata di kaki gunung Kerinci ini. Dari paket keseluruhan, dari tinggal di home stay dan bebas mengkonsumsi segala hasil kebun, ternak, dan fasilitasnya. Hingga paket-paket ‘ngeteng’, untuk pelancong yang lebih suka jadwal fleksibel atau berpetualang menjelajah Jambi,

Sejumlah pogram pariwisata pemerintah juga mempercepat perkembangan pariwisata Kerinci ini. Salah satunya akan keberadaan Desa Wisata Lempur yang menjadi primadona tetamu eropa untuk menikmati Taman Nasional Kerinci Seblat dengan Expedisi 5 danaunya. Serta keberadaan Taman Dewa Gunung Kunyit dan perlintasan jalur Harimau. Sukses memanjakan wisatawan minat khusus untuk menikmati kehidupan alam liar Sumatera.

Ramainya pengunjung mengkreatifkan para pelaku wisata untuk tidak sekedar menjual objek wisata alam saja. Kerinci dengan teh Kayu Aro-nya yang menghasilkan teh berkualitas, menjadikan teh hitam Kayu Aro ini dikenal sebagai tehnya Ratu Beatrice dari Belanda. Teh ini tidak dijual di pasar lokal, mengingat harganya yang mahal. Tapi, kita bisa mencicipi langsung sembari ikut memanen teh, trekking di perkebunan teh loh... Menikmati pengalaman ala noni Belanda di rumah- rumah peninggalan Belanda yang masih terjaga keberadaannya di Kerinci Highland. Kita bisa mengikuti proses olah teh dan kesemuanya ini dalam Teh Tour di Kerinci highland.

Kopi Arabika Kerinci juga menjadi atraksi tersendiri. Panen Kopimu dan seruput langsung dari kebunnya, begitu tag line Safari Kampung Kopi yang memanjakan para penggila kopi dan wisatawan. Kita akan diajak memproses secara tradisional hingga siap minum. Melihat langsung penggilingan kopi yang masih menggunakan kincir air dalam pemrosesannya. Seru kan...