Lakuer, Produk Khas Palembang yang Mendunia

Berbahan kayu lokal, lahirlah kerajinan lakuer khas Palembang yang kini diburu kolektor dunia.

Kekayaan budaya Indonesia sudah tak terbantahkan. Keragaman kerajinan khas dan budaya bangsa ini menjadi buktinya. Setiap daerah memiliki kerajinan khas yang memunculkan keragaman yang indah.

Di antara kekayaan itu disumbangkan warga Palembang, Sumatra Selatan lewat  kerajinan lakuer. Nama lakuer berasal dari istilah bahasa Inggris "lacquer" yang berarti bahan damar yang dihasilkan oleh sejenis serangga bernama latin Laccifer lacca.


Dari Kemalo ke Tambasu
Serangga ini banyak ditemukan di Jepang, China, dan Pegunungan Himalaya saat mereka bertengger di pohon. Pohon-pohon tersebut disadap setiap 10 tahun sekali. Di Sumatra Selatan, pohon ini dikenal dengan nama pohon kemalo. Bahan baku terbaik untuk membuat kerajinan lakuer sesungguhnya adalah mahoni. Namun, karena sulit didapat, pengrajin banyak yang beralih ke kayu tambasu.

Lakuer atau leker dibuat dengan menggunakan bubut untuk membentuk kayu menjadi silindris atau bulat. Jika ingin mendapatkan bentuk kotak atau dinding pemisah, cukup dengan membuatnya dari bilah-bilah papan kayu. Bagian permukaan lakuer kemudian diamplas, lalu diberikan warna dasar dengan oker, dan kemudian dijemur sampai kering.

Setelah itu kayu-kayu tersebut dilukis dengan tinta China. Motif yang dipilih biasanya terinspirasi dari motif alam, seperti bunga atau tumbuhan lain yang ada di sekitar. Warna yang dipilih biasanya merah darah hitam, merah kesumba, dan emas (prada). Sementara warna dasar yang dipilih adalah hitam dan merah kesumba.

Proses terakhir yang dilakukan adalah bal, yaitu pemolesan permukaannya agar berkilau dan cat tahan lama. Agar terlihat lebih cemerlang, pengrajin melapisinya lagi dengan cairan serlak (vernis), lalu dijemur kembali. Setelah itu, kerajinan yang hanya bisa ditemukan di Sumatra Selatan ini sudah siap dipasarkan.

Kerajinan khas Palembang ini sudah terbukti banyak diminati wisatawan mancanegara. Dalam beberapa event yang digelar di Palembang, termasuk Asian Games 2018, kerajinan ini menjadi buruan para wisatawan baik dalam maupun luar negeri untuk dijadikan souvenir atau oleh-oleh.


Foto: Prawin