Nasi Tempong, Pedas yang “Menampar”

Nasi panas kemudian disiram dengan sambal kacang. Namun, ada juga yang menggunakan sambal terasi yang juga sangat pedas. Tempong dalam Bahasa Osing berarti “tampar”. Dinamai demikian karena rasa pedas dari nasi tempong memberikan sensasi seperti ditampar.

Ya! Mereka ini senang sekali menampar orang dengan sambal bikinannya. Semakin pedas semakin dicari, bahkan untuk lidah pendatang sambal tempong akan benar-benar akan terasa “menampar”. Oleh sebab itu, nama kuliner khas Banyuwangi tersebut bernama nasi tempong. Nasi tempong atau akrab dengan sebutan Sego tempong terdiri dari kumpulan sayuran yang sudah direbus seperti bayam, kenikir dan daun kemangi dan lauk tahu, tempe, bakwan jagung goreng, dan ikan jambal goreng tepung.

Nasi panas kemudian disiram dengan sambal kacang. Namun, ada juga yang menggunakan sambal terasi yang juga sangat pedas. Tempong dalam Bahasa Osing berarti “tampar”. Dinamai demikian karena rasa pedas dari nasi tempong memberikan sensasi seperti ditampar.

Nasi tempong awalnya hanyalah makanan sederhana untuk bekal ke sawah. Biasanya makanan itu disajikan dalam porsi besar. Nasi dan lauknya yang lengkap menjadi energi bagi petani yang bekerja keras di sawah.

Nasi tempong sering hadir di Festival Kuliner Banyuwangi, ikut meramaikan sekitar lebih dari 100 koki profesional hingga rumahan berlomba membuat sambal tempong yang paling istimewa. Berbagai  nasi tempong yang berbeda disajikan, ada yang memakai resep sambal teri, ada yang memakai terasi, ada pula yang menjajal dengan petis.

Saat berada di Banyuwangi akhirnya saya ingin merasakan sensasi yang ribut dibicarakan. Sebuah tantangan menarik, apalagi saya adalah penggemar makanan pedas kelas pemula. Berbekal sambal sunda, saya lalu menuju ke Warung Mbok Wah.

Berlokasi di Jalan Gembrung 220, Bakungan, Glagah, Banyuwangi, Warung mbok Wah mulai buka pukul sembilan pagi. Makan dengan suasana yang tradisional sangat menyenangkan, tak heran lokasinya selalu ramai dari pagi hingga malam. Selain rasa, porsinya juga besar. Untuk sambalnya? Jangan ditanya pedasnya.

Seporsi nasi tempong yang dipesan bisa datang dengan aneka pilihan dari seafood goreng dan kuah, telur pindang, ayam goreng, paru goreng, cumi hitam, ikan asin sepat, udang dan sebagainya. Jangan lupa untuk mencoba rajungan goreng. Rasanya renyah dan gurih. Santapan sederhana ini terasa sedap karena semuanya disajikan dalam keadaan hangat. Pedas menggigit cabainya diiringi rasa asam segar lalu sensasi ikan asin sepatnya gurih garing.

Sebenarnya ada beberapa rekomendasi nasi tempong lainnya seperti Warung Mbok Nah. Makan di sini harus menyiapkan kekuatan karena pedas sambalnya rata. Selain cabe, aroma segar dari campuran jeruk limaunya bikin sambal di sini rasanya khas. Sangat pas jika disantap bersama nasi, sayur bayam rebus dan lauk pauk.

Jangan lupa untuk mencoba makanan langka dan khas Banyuwangi, bothok tawonnya yang terkenal nikmat gurih dan manis. Bothok tawon seperti namanya, biasanya berisi sarang tawon (lebah) beserta anak tawon yang masih menempel yang diolah dengan bumbu tertentu. Botok Tawon juga menggunakan bungkus daun pisang yang ditanak. Hati-hati untuk kalian yang alergi dengan lebah jangan nekat mencicipi hidangan menantang ini, ya.