Buah Pala, Kenari dan Kemiri Komoditas perkebunan unggulan Bandaneira

Dahulu kala pulau Bandaneira menjadi rebutan antara Inggris dan Belanda. Mereka saling menyerang untuk menguasai rempah-rempah di pulau ini.

Buah Pala sempat menjadi sengketa antara VOC dan Portugis, karena disini begitu banyak tanaman pala tumbuh subur, karena tanaman pala tak mudah tumbuh disemabarng tempat, harus sesuai iklim, kondisi tanah dan kesuburannya. Bandaneira memiliki kondisi yang cocok untuk tanaman ini, hingga menghasilkan rempah pala yang sangat melimpah.


Buah Pala
Buah pala (Myristica fragrans) sangat banyak manfaatnya dari mulai daging buah hingga biji pala yang merupakan rempah-rempah yang menjadikan Banda neira sebagai negeri rempah. Daging buah biasa diolah menjadi manisan pala, juice pala, selai pala dan sirup pala.

Memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh antara lain, meningkatkan kesehatan otak, mengurangi rasa sakit, mengatasi masalah pencernaan, kesehatan mulut, mengobati Insomnia, membantu mengeluarkan racun dari tubuh, serta mengendalikan tekanan darah.

Manisan Pala menjadi salah satu oleh-oleh yang rekomen dari Bandaneira, karena daya tahan buahnya yang sudah diolah dengan gula sebagai bahan pengawet alami, hingga bisa dibawa jarak jauh dalam waktu yang cukup lama.

Sambal pala merupakan sambal khas dari olahan buah pala di Bandaneira, buah pala segar diparut, peras air dari hasil parutan, parutan yang sudah diperas kemudian dicampur dengan cabe, garan serta terasi, dan aduh hingga rata, sambal pala siap disajikan dengan nasi atau ikan bakar.


Selai Pala
Bahan utama  adalah buah pala yang sudah dikupas kulitnya, kemudian dipotong kecil direndam air hangat dan kemudian dihaluskan, diberi gula sesuai selera, kemudian campuran asam sitrat, asam asetat dan senyawa pektin yang bisa dibeli di toko bahan makanan. Masak hingga tercampur rata semua bahan, dan diinginkan. Selai Pala siap untuk dinikmati dengan roti ataupun pancake saat sarapan.


Kenari
Produk olahan kenari menjadi salah satu oleh-oleh yang harus dibeli, salah satunya dalah Halua kenari, kue kenari, bagea, namun yang paling khas adalah Halua Kenari.  Pohon kenari yang banyak tumbh di Bandaneira menjadikan sumber peningkatan perekonomian bagi masyarakat, tidak hanya dijual dalam bentuk mentah namun juga dengan membuat olahan pangan.

Kenari yang memiliki nama ilmial Canarium indicum, L., tinggi tanaman bisa mencapai 40 m dan diamater hingga 1 m, jadi tak heran apabila pohon kenari terus hidup lama dan terus menghasilkan buah kenari. Kenari biasanya diambil adalah bagian biji yang dibungkus oleh cangkang yang cukup keras, bagian dalam cangkang inilah yang dikonsumsi dan diolah menjadi aneka olahan pangan. Selain menjadi makanan olahan, kenari juga menghasilkan minyak pengganti minyak kelapa.

Sedangkan batangnya menghasilkan getah (resin) yang bisa digunakan sebagai campuran vernis dan campuran balsem. Kayu pohon kenari inipun juga bisa menjadi bahan pembuat perahu. Sungguh banyak manfaat tanaman kenari bagi kehidupan manusia. Kandungan Polifenol kenari sangat tinggi, hingga kenari diklaim memiliki kandungan antioksidan paling tinggi dalam golongan kacang-kacangan.


Halua Kenari
Cemilan asik ini sangat mudah dibuat, yaitu dengan cara mencampur cincangan kenari dengan gula aren yang sudah dicincang, panaskan wajan dan gula aren, masukkan kenari, aduk dan campur rata, bentuk bola-bola atau letakkan di wadah persegi, dinginkan lalu dipotong-potong sesuai selera.


Kemiri
Tak hanya Pala dan kenari, di Bandaneira pun kemiri yang dikenal dalam bahasa ilmiahnya Aleurites moluccanus juga menjadi primadona, pohon-pohon kemiri berukuran tingi dan besar menjadi harta karun berlimpah di Bandaneira.  Biji kemiri kerap berjatuhan di tanah, sebelum dipanen. Kemiri  biasanya menjadi bahan masakan yang menghasilkan rasa gurih pada masakan, selain itu kemiri juga memiliki kandungan minyak atsiri yang memiliki manfaat menyuburkan rambut. Bagi kesehatan kemiri dapat mengurangi sakit kepala, sakit gigi dan demam.


Foto: Raiyani Muharramah