Berburu Kopi Toraja di Pasar Rantepao

Penggemar kopi nusantara pasti paham nikmatnya kopi Toraja. Jika berkunjung ke Rantepao, jangan lupa berburu kopi Toraja di pasar tradisional. Ada berbagai pilihan kopi di sana, tapi rasanya semua sama: sama-sama enak!

Penggemar kopi nusantara pasti paham sekali salah satu harta kopi kita adalah kopi Toraja. Kalosi Toraja. Begitu yang sering dipakai sebagai nama dagangnya. Berbagai produsen kopi banyak menjual jenis kopi ini di pasaran.

Rasanya yang unik membuat kopi Toraja punya tempat khusus buat penikmat kopi. Selain Gayo Aceh, Sumatera Mandheling, Java Arabica dan kopi-kopi lainnya, kopi Toraja jelas harus ada dalam toples di rumah Sobat Pesona.

Nah, jika stok kopi Sobat Pesona menipis dan kebetulan sedang berkunjung ke Toraja, sempatkan waktu untuk ke Pasar Rantepao. Di Pasar tradisional ini, kita bisa mendapatkan kopi Toraja asli dengan harga yang terjangkau.

Pasar yang terletak di Jl. Andi Mappanyukki, Malango', Rantepao,  ini dikenal dengan nama Pasar Pagi. Meski banyak yang tetap buka sampai sore, kepadatan hanya terjadi sampe siang hari saja. Menjelang sore, pengunjung mulai berkurang.

Nah, di salah satu sisi jalan pasar ini berderet penjual kopi asli Toraja. Ada yang berseberangan, banyak juga yang yang posisinya bersebelahan. Meski tidak terlihat mentereng seperti gerai kopi bemerek di kota-kota besar, penjual kopi toraja di pasar ini jelas bukan pemain kemarin sore.

Ada bebereapa penjual kopi dengan berbagai merk. Sebut saja Sangulele, Sikamali dan Salu Sopai. Masih banyak lagi penjual di sepanjang jalan ini. Jujur saja, saya tidak tahu penjual mana yang kopinya “enak”. Beruntung ada rekomendasi dari supir yang mengantar.

Menurutnya, banyak pengunjung yang datang ke Pasar Rantepao memilih kopi Toraja dengan merk Salu Sopai. Merk dagang yang diambil dari nama desa di Kecamatan Sopai, Toraja Utara, menjual tiga racikan kopi, yaitu arabica, robusta dan campuran keduanya, baik dalam bentuk biji maupun bubuk kopi.

 

Sekilas, gerai Salu Sopai ini, seperti gerai sejenis di Pasar Rantepao, terlihat kurang meyakinkan. Layaknya toko di pasar tradisional yang sederhana dan kurang terawat. Yang membuat kita ingin singgah tentu saja etalase kopi dalam bungkus dengan berbagai ukuran. Warna bungkus yang khas membuat dari jauh saja Salu Sopai terlihat jelas.

 

Sejumlah mesin penggiling kopi menyambut kita di dalam ruangan yang tidak terlalu luas itu. Karung-karung berisi biji kopi yang sudah disangrai (roast) siap digiling untuk diubah menjadi bubuk. Sementara beberapa juga siap dimasukkan dalam wadah bagi pembeli yang lebih menyukai membeli biji yang sudah dimasak.

Dengan harga yang sangat terjangkau, paling mahal Rp50.000 untuk ukuran 500gram, belanja kopi di sini jelas bisa bikin kalap penggemar kopi. Dan benar saja, setelah dibawa pulang dan diseduh air panas, rekomendasi ini jelas berdasar. Kopi Toraja Salu Sopai memang enak untuk disruput. Jadi nggak sabar untuk segera kembali ke Pasar Rantepao dan mencoba gerai kopi lain. Meski sama-sama berasal dari Toraja, pasti rasanya akan berbeda. Yang sama hanya satu: rasanya enak!