Sejuta Pesona Kota Bitung

Kota di ujung utara Sulawesi ini menyimpan potensi wisata yang lengkap. Mulai wisata alam, wisata budaya atau wisata sejarah. Semua ada di sini

Bitung merupakan salah satu kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, dan terletak di timur laut Tanah Minahasa. Kota seluas 304 kilometer persegi ini berkembang pesat berkat pelabuhan laut yang dimilikinya.

Nama Bitung pertama kali disematkan oleh Dotu Hermanus Sompotan. Bitung berasal dari nama sebuah pohon yaitu pohon bitung atau witung yang banyak tumbuh di daerah utara Pulau Sulawesi.

Daerah ini dulunya banyak dipakai para nelayan untuk berlabuh dan singgah setelah melaut, atau untuk berlindung sejenak dari hantaman gelombang. Semakin hari jumlah nelayan yang singgah semakin banyak.


Alam yang Lengkap
Kota yang biasa disebut dengan Kota Cakalang ini berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Utara di sebelah utara dan barat, serta Laut Maluku di sebelah timur dan selatan. Bentang alam kota Bitung berombak yang terdiri dari bukit, gunung, dan dataran landai.

Tak heran jika Bitung disebut sebagai salah satu kota terlengkap di dunia. Alasannya tentu saja karena Bitung punya potensi alami yang lengkap. Di sana ada gunung, hutan, pantai, laut, lembah, teluk, sungai, selat, dan lain sebagainya. Kota Bitung juga potret berpadunya kehidupan masyarakat pedesaan dan kehidupan perkotaan.

Bukan hanya wisata alam, Bitung juga terkenal dengan potensinya yang lain. Di sana ada jejak-jejak masa lalu yang memuaskan dahaga para pencinta sejarah. Salah satunya adalah Monumen Tugu Trikora. Dulu, Pelabuhan Bitung menjadi lokasi pendaratan pertama TNI dan basis pasokan air dan logistik dalam gelar operasi pembebasan Irian Barat.

Di sana juga ada Tugu Jepang yang didirikan atas kerja sama pemerintah Jepang, pemerintah Sulawesi Utara, dan Kota Bitung. Tugu berbentuk batu mengerucut ini dibangun untuk mengenang tewasnya tentara Jepang di Bitung saat Perang Dunia II. Di Perairan Selat Lembeh juga ada kapal Jepang yang karam. Pada masa Perang Dunia II, kapal ini terperangkap patroli pasukan Sekutu, diserang, lalu ditenggelamkan.

Untuk wisata rohani, di sana ada Monumen Yesus Menyambut yang memiliki tinggi 35 meter, lebih tinggi dari patung Yesus Penebus di Rio de Janeiro, Brasil, yang memiliki tinggi 30 meter.

Dari ibu kota Sulawesi Utara, Manado, butuh waktu sekitar satu jam perjalanan untuk sampai ke Kota Bitung. Aspal yang mulus dan jalanan yang bebas macet membuat perjalanan jadi menyenangkan dan lebih cepat.


Foto: Azhar