Kampung Bena, Desa Adat Tertua di Flores

Selain Wae Rebo yang menjadi desa terindah di Indonesia, Flores juga memiliki Kampung Bena sebagai desa tertua yang tak kalah menariknya untuk kita kunjungi.

Berbicara Nusa Tenggara Timur pasti langsung teringat dengan keindahan alam yang berada di Labuan Bajo. Padahal, Labuan Bajo tak sekedar keindahan alamnya saja yang menakjubkan, tapi ada satu kampung yang akan membuat kita terpesona saat mengunjunginya, yaitu Kampung Bena.

Kampung Bena merupakan salah satu kampung tertua di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur. Letak kampung ini berada di sebelah timur kaki Gunung Inerie (2.245 mdpl), atau tepatnya di Desa Tiwurisu, kecamatan Aimere. Menjadi salah satu desa tertua, Kampung Bena diperkirakan sudah ada sejak 1.200 tahun yang lalu. Bisa terlihat dari bau-batu besar yang menyusun rumah penduduk, seakan menegaskan era prasejarah yang pernah membesarkan desa itu.

Hingga saat ini di Kampung Bena terdapat 45 rumah adat yang dihuni oleh 9 suku berbeda. Sembilan suku tersebut antar lain suku Dizi, Dizi Azi, Wahto, Deru Lalulewa Deru Solamae, Ngada, Khopa, Ago, dan suku Bena sendiri. Meskipun bermacam suku, mereka hidup rukun dan damai, dengan pertalian saudara yang begitu kuat. Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan gotong royong dalam pembangunan rumah maupun acara adat.

Sebagian besar laki-laki di Kampung Bena bermata pencaharian sebagai petani. Selain hasil pangan jagung, umbi-umbian, dan kacang-kacangan, mereka juga memiliki kebun kopi, kemiri, dan perkebunan lainnya yang tumbuh subur di kaki Gunung Inerie. Bagi sebagian perempuan, mereka menenun baju yang akan dijual ke wisatawan yang berkunjung.

Secara arsitektur, rumah tradisional Kampung Bana beratapkan alang-alang dengan lantai yang perpaduan batu-batu gunung. Konon, perpaduan batu tersebut menjadi bukti bahwa kampung ini merupakan sisa peradaban Megalitikum yang masih bertahan hingga saat ini. Tak heran, jika masyarakat di Bena begitu menghormati batu ataupun hewan-hewan. Karena mereka menganggapnya sebagai bagian dari kehidupan.

Suasana sejuk, asri, dan masih alami begitu terasa di Kampung Bena. Meskipun kemajuan teknologi sudah mulai masuk ke Desa ini, masyarakat Bena masih tetap memegang teguh adat istiadat para leluhur. Hal inilah yang menjadi keunikan dan daya tarik para wisatawan untuk berkunjung ke Kampung Bena.