Mengenal Kapal Tangguh Karya Nenek Moyang Kita, Kapal Pinisi

Sulawesi membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia memang seorang pelaut.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia karena memiliki 17.504 pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dengan fakta ini, jelas moda transportasi air menjadi sarana yang sangat berkembang pada masa lampau.

Salah satu peninggalan nenek moyang yang masih bertahan hingga sekarang dan bahkan menjadi kebanggaan adalah kapal pinisi, sang legenda maritim yang menjadi bukti kegagahan para pelaut Nusantara.

Berikut ini beberapa fakta menarik seputar kapal pinisi.


1. Warisan pelaut dari Sulawasi Selatan
Suku Bugis dan Suku Makassar dikenal sebagai sebagai pelaut asli nusantara yang sangat tangguh. Pembuatan kapal pinisi dilakukan oleh dua suku tersebut pada abad ke-14.


2. Menggunakan layar sekunar
Kapal pinisi merupakan kapal kayu yang menggunakan layar sekunar. Dua tiang layarnya melambangkan dua kalimat Syahadat. Filosofi lain terlihat dari tujuh layar yang melambangkan jumlah ayat dalam surat Al-Fatihah. Filosofi lain menjelaskan bahwa nenek moyang kita mampu mengarungi tujuh samudera di dunia.


3. Berat mencapai 80 ton
Ukuran kapal pinisi bervariasi. Ada yang beratnya bisa mencapai 80 ton. Untuk membuat kapal pinisi setinggal 2,5 meter dan panjang 15 meter, diperlukan waktu berbulan-bulan.


4. Dikerjakan hanya oleh 5 orang
Salah satu keunikan kapal pinisi adalah bahwa kapal ini hanya dikerjakan oleh lima orang. Kapal ini merupakan karya seni. Jika dikerjakan oleh banyak orang, nilai seninya akan berkurang. Pembuatan kapal in dilakukan oleh tenaga pekerja dari Kelurahan Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.


5. Mampu melintasi 7 samudera
Kayu dan besi merupakan bahan dasar pembuatan kapal. Nenek moyang kita membuktikan bahwa mereka merupakan pelaut tangguh yang berhasil menaklukkan lautan dengan melintasi tujuh samudera. Pinisi merupakan satu-satunya kapal yang mampu mengarungi 5 benua.


6. Dibangun tanpa sketsa
Kapal pinisi dibangun tanpa pembuatan sketsa terlebih dahulu. Pembuatan kapal ini hanya berdasarkan ukuran panjang dan tinggi kapal. Selebihnya, para pembuat kapal ini bisa menghasilkan karya seni yang dunia pun mengakui keindahannya.


7. Warisan dunia UNESCO
Pada 7 Desember 2017 di Korea Selatan, UNESCO menetapkan kapal pinisi sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia karena keunikan dan seni pembuatannya yang memiliki cita rasa tinggi. Penetapan in jelas menjadi kebanggaan bagi Suku Bugis dan Indonesia.