Yuk, Lihat Pembuatan Wayang Golek di Cupumanik

Sebagai seni budaya Jawa Barat, wayang golek memang sudah memasyarakat sejak lama. Berbagai tokoh pewayangan seperti Cepot, Dawala, Semar, Kresna hingga Gareng banyak dikenal khalayak dari wajah dan karakternya. Lalu, di mana boneka kayu itu bisa diperoleh? Berkunjunglah ke Galeri Wayang Golek Cupumanik, Bandung.

Rasanya kurang lengkap jalan-jalan ke Bandung lalu pulang tanpa membawa buah tangan atau suvenir. Selain kaya akan varian oleh-oleh makanan, kota ini juga banyak menyajikan cenderamata khas daerah, salah satunya wayang golek. Sebagai seni budaya Jawa Barat, wayang golek memang sudah memasyarakat sejak lama. Berbagai tokoh pewayangan seperti Cepot, Dawala, Semar, Kresna hingga Gareng banyak dikenal khalayak dari wajah dan karakternya. Lalu, di mana boneka kayu itu bisa diperoleh? Berkunjung ke Galeri Wayang Golek Cupumanik, tokoh-tokoh wayang golek tersebut dapat diperoleh dalam bentuk suvenir.

Galeri Wayang Golek Cupumanik berada Jalan Kebon Kawung, tepatnya di Jalan H Akbar. Memang, letaknya tak terlihat langsung di jalan raya, tapi untuk mencapai galeri cukup mudah karena lokasinya tak jauh dari Stasiun Bandung. Bahkan, kawasan tersebut terbilang populer sebagai salah satu pusat oleh-oleh Kota Kembang.

Tiba di muka galeri, kami menjumpai dua pintu galeri yang “dijaga” Semar dan Cepot dan satu lagi pintu produksi. Di ruang produksi, para pengrajin profesional terlihat melakukan berbagai pekerjaan sesuai tahapannya. Ada yang mewarnai wayang dengan cat, membuat bingkai atau boks untuk dudukan wayang hingga para pengrajin perempuan yang asyik membuat pakaian para tokoh wayang golek. Sementara wayang golek yang sudah diukir berjajar menunggu tahap pengecatan.

Hal ini berlangsung sejak galeri dibuka tahun 1980 oleh penggagas sekaligus pemilik Herry Hermawan. Selama bertahun-tahun, galeri ini sempat merajai penjualan wayang golek ke berbagai daerah dan mancanegara.

Berwisata budaya ke tempat ini menambah wawasan mengenai budaya lokal Jawa Barat khususnya wayang golek. Kami ditemani pemandu sekaligus pengrajin di Cupumanik, Epin Saprudin, melihat dan mengapresiasi proses pembuatan wayang golek secara detail. Sayang, proses pengukiran wayang yang bisa berlangsung berhari-hari tersebut dilakukan di tempat lain yakni di Purwakarta dan Sumedang.

Melihat proses mahakarya budaya lokal di ruang produksi ini memberi kesan tersendiri. Para tokoh wayang golek tak hanya dapat diapresiasi saat pertunjukan tetapi juga tahapan pembuatannya yang butuh keahlian khusus, ketekunan, ketelitian dan kesabaran.

Jalan-jalan menengok proses pembuatan wayang golek biasanya berlangsung antara satu hingga dua jam. Selain mendengar cerita pemandu, kita bisa bertanya apa saja yang berkaitan dengan wayang golek. Tur yang dibuka Senin hingga Jumat dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut terbuka juga untuk anak-anak dan siswa sekolah.

Setelah wisata di ruang produksi, langkah kami selanjutnya menuju galeri dan kembali disambut Semar dan Cepot. Di sinilah ditempatkan mahakarya wayang golek yang sudah jadi. Ada ribuan suvenir yang dipajang mulai dari tokoh-tokoh wayang golek yang sesuai pakem dan wayang golek yang dimodifikasi, suvenir gantungan kunci hingga pulpen wayang golek.

Kita bisa memilih suvenir untuk penghias rumah atau kantor sesuai kebutuhan dan budget yang ada. Harganya beragam, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 5 juta untuk tokoh wayang golek ukuran besar. Meski sebagian besar produk baru, galeri ini masih memajang koleksi wayang golek yang diproduksi puluhan tahun lalu tapi tidak untuk dijual.